Cara Riset Kata Kunci Menggunakan Google Ads untuk Pemula Tanpa Ribet

Oleh Onino Mansah

Banyak pemilik bisnis datang ke meja saya dengan keluhan klasik: “Mas, website saya sudah sepi pembeli, padahal saya sudah rutin bikin artikel tiap hari.” Ketika saya intip dashboard analitik mereka, akar masalahnya hampir selalu sama. Mereka menulis apa yang ingin mereka tulis, bukan apa yang diketik oleh calon pembeli di mesin pencari Google.

Riset kata kunci atau *keyword research* adalah kompas dalam dunia SEO. Tanpanya, Anda ibarat berlayar di tengah badai tanpa peta. Anda mungkin merasa sudah mendayung sekuat tenaga, tapi kapal tidak pernah sampai ke pulau tujuan.

Kabar baiknya, Anda tidak butuh tools berbayar yang mahal untuk memulai. Cukup manfaatkan satu perkakas resmi dari Google yang dulunya bernama Google AdWords, dan kini bertransformasi menjadi Google Ads (Google Keyword Planner). Mari kita bedah langkah demi langkah cara menggunakannya secara praktis di lapangan.

Mengenal Amunisi Utama Google Keyword Planner

Sebelum kita masuk ke tahap klik-klik tombol di layar, mari luruskan satu hal. Google Ads pada dasarnya dirancang untuk pemasang iklan berbayar (PPC). Namun, di dalam ekosistemnya terdapat fitur gratis bernama Keyword Planner yang menjadi tambang emas bagi para praktisi SEO organik.

Bayangkan Google sebagai sebuah pusat perbelanjaan raksasa. Keyword Planner adalah catatan data harian yang menunjukkan barang apa saja yang paling sering ditanyakan pengunjung kepada petugas informasi setiap detiknya. Dengan alat ini, kita bisa tahu persis berapa orang yang mencari kata kunci tertentu setiap bulan dan seberapa ketat persaingannya.

Langkah Pertama Mengakses Halaman Google Ads

Mari kita mulai praktik lapangannya sekarang juga. Siapkan secangkir kopi, buka laptop Anda, dan ikuti alur sederhana ini:

  • Buka peramban (browser) kesayangan Anda, lalu kunjungi situs resmi ads.google.com.
  • Lakukan proses masuk (login) menggunakan akun Google atau Gmail pribadi maupun bisnis Anda. Jika belum punya, buatlah sebuah akun baru terlebih dahulu—prosesnya tidak sampai lima menit.
  • Setelah berhasil masuk ke halaman dasbor utama, arahkan pandangan Anda ke bagian menu navigasi atas. Cari menu berikon kunci pas (tools) atau tulisan “Tools & Settings” di sudut kanan atas, lalu klik opsi “Keyword Planner”.

Jika Anda baru pertama kali melihat antarmuka Google Ads, tampilannya mungkin terlihat sedikit padat dan membingungkan karena didesain untuk pengiklan skala besar. Tenang saja, abaikan menu-menu rumit di sekitarnya. Kita hanya akan fokus pada satu fitur utama saja.

Langkah Kedua Mencari Ide Kata Kunci Potensial

Begitu Anda berada di dalam halaman Keyword Planner, Anda akan dihadapkan pada dua pilihan utama kotak besar. Di sinilah banyak pemula sering salah langkah.

Pilih dan klik kotak di sebelah kiri yang bertuliskan “Discover new keywords” (atau pada versi lama tertulis search for new keyword and ad group idea). Fitur inilah yang akan membukakan pintu brankas data Google untuk Anda.

Sebagai contoh, mari kita ambil studi kasus nyata. Misalkan Anda sedang merintis bisnis edukasi atau agensi digital dan ingin membidik frasa “catatan bisnis online”. Masukkan frasa tersebut ke dalam kolom pencarian yang tersedia.

Catatan Penting Seputar Kolom “Your Landing Page”

Biasanya, tepat di bawah kolom teks kata kunci, terdapat kolom tambahan bertuliskan *Enter a domain, website, or web page*. Saran saya dari pengalaman di lapangan: kosongkan saja kolom ini!

Kenapa? Karena jika Anda memasukkan URL website Anda sendiri di sana, algoritma Google akan menyaring ide kata kunci secara spesifik hanya untuk kebutuhan iklan berbayar yang relevan dengan isi halaman tersebut. Padahal, tujuan kita saat ini adalah melakukan riset organik secara luas guna melihat peta persaingan pasar secara utuh tanpa batasan situs kita.

Setelah kata kunci diketik dan kolom URL dibiarkan kosong, lanjutkan dengan menekan tombol biru “Get Results”.

Membaca Data dan Menentukan Pilihan

Boom! Dalam hitungan detik, layar monitor Anda akan dipenuhi oleh deretan data angka grafik yang sangat berharga. Jangan pusing melihat kolom-kolom yang berbaris rapi. Sebagai praktisi SEO, Anda hanya perlu memperhatikan tiga indikator utama:

  • Keyword (Kata Kunci): Variasi kata kunci yang diketikkan oleh pengguna asli di Google, lengkap dengan berbagai turunan frasa yang relevan dengan topik Anda.
  • Average Monthly Searches (Volume Pencarian Bulanan): Angka estimasi seberapa sering kata kunci tersebut diketik oleh warganet dalam rentang waktu satu bulan. Cari yang angkanya stabil, misalnya berada di kisaran ratusan hingga ribuan, tergantung skala bisnis Anda.
  • Competition (Tingkat Persaingan): Menunjukkan seberapa banyak pengiklan yang memperebutkan kata kunci tersebut (Low, Medium, High). Untuk SEO organik pemula, mulailah membidik kata kunci dengan tingkat persaingan *Low* atau *Medium* agar artikel Anda lebih cepat merangkak naik ke halaman pertama Google.

Pilih kata kunci yang memiliki volume pencarian lumayan namun persaingannya masih masuk akal untuk dikalahkan. Itulah celah pasar (niche) yang akan Anda menangkan.

Tanya Jawab Praktis Seputar Riset Kata Kunci

Apakah menggunakan Google Keyword Planner untuk riset SEO itu gratis?
Ya, seratus persen gratis. Anda tidak perlu memasukkan kartu kredit atau melakukan top-up saldo iklan jika tujuannya murni untuk meriset kata kunci organik melalui Keyword Planner.

Berapa banyak kata kunci yang harus saya riset untuk satu artikel?
Cukup tetapkan satu kata kunci utama (main keyword) yang paling mewakili isi tulisan, lalu kombinasikan dengan 3 sampai 5 kata kunci turunan (*LSI keywords*) yang juga Anda temukan di Google Planner agar artikel terlihat natural di mata mesin pencari.

Kenapa angka volume pencarian yang muncul berupa rentang (range) seperti 100 – 1K?
Google memang sengaja membatasi keakuratan angka eksak bagi akun yang tidak aktif memasang iklan berbayar dengan nominal tertentu. Kendati demikian, data rentang tersebut sudah lebih dari cukup untuk dijadikan acuan valid dalam menyusun strategi konten.

Saatnya Ambil Kendali Bisnis Anda Bersama Onino

Melakukan riset kata kunci hanyalah langkah awal dari perjalanan panjang membangun aset digital yang kuat dan menghasilkan. Memahami data di atas kertas memang terlihat mudah, tetapi menerjemahkannya menjadi strategi konten yang mendatangkan konversi penjualan nyata membutuhkan ketelitian dan pengalaman jam terbang di lapangan.

Jika Anda merasa waktu Anda tersita habis untuk mengurus operasional harian hingga kewalahan menyusun strategi SEO, digital marketing, atau pengelolaan iklan yang efektif, Anda tidak harus berjuang sendirian. Tim praktisi senior di Onino selalu terbuka lebar untuk berdiskusi, membedah masalah bisnis Anda, dan merumuskan langkah taktis yang tepat sasaran. Mari jadwalkan sesi konsultasi santai bersama kami hari ini!