Jurus Jitu Mengukur ROI Iklan untuk Optimasi Performance Marketing

cara mengukur roi iklan untuk meningkatkan performance marketing

Halo! Saya senang banget kamu tertarik bahas topik ini. Sebagai praktisi digital ads, saya menyarankan Anda memahami angka-angka penting dalam performance marketing.

Di dunia digital, jalanin iklan tanpa tahu hasilnya itu sama aja kaya buang uang ke lubang hitam. Kamu butuh data, bukan cuma perasaan atau kira-kira untung. Di sinilah ROI dan ROAS main peran penting.

Kalau kamu sering bingung: “Iklan jalan, tapi untungnya berapa sih?” atau “Worth it nggak sih budget iklan yang udah keluar?” — artinya kamu udah siap naik level.

Di panduan ini kita bakal kupas tuntas metrik performance marketing, mulai dari cara hitung ROI, cara hitung ROAS, CPA, sampai keputusan scaling dan kapan harus stop kampanye.

Pengertian Dasar Metrik Keuangan

Sebelum masuk ke strategi optimasi, pahami dulu dua metrik utama: ROI dan ROAS.

Apa itu ROI (Return on Investment)?

ROI adalah metrik untuk mengukur seberapa besar laba bersih dibanding total biaya (iklan + operasional).

Rumus ROI:

ROI = (Pendapatan - Total Biaya) / Total Biaya × 100%

Contoh:

  1. Pendapatan dari iklan: Rp50.000.000
  2. Total biaya: Rp15.000.000
  3. Perhitungan: (50.000.000 – 15.000.000) / 15.000.000 × 100% = 233%

Artinya: setiap Rp1 yang kamu investasikan menghasilkan Rp2,33 laba bersih.

Apa itu ROAS (Return on Ad Spend)?

ROAS fokus mengukur efektivitas biaya iklan saja.

Rumus ROAS:

ROAS = Pendapatan Iklan / Biaya Iklan

Contoh:

  1. Pendapatan dari iklan: Rp50.000.000
  2. Biaya iklan: Rp10.000.000
  3. Perhitungan: 50.000.000 / 10.000.000 = 5

Artinya: setiap Rp1 iklan menghasilkan Rp5 omzet.

Metrik Krusial untuk Optimasi Iklan

1. CPA (Cost Per Acquisition)

CPA = Total Biaya Iklan / Jumlah Konversi

2. LTV (Lifetime Value)

LTV = Rata-rata Nilai Transaksi × Frekuensi Pembelian × Lama Hubungan
  • Rasio sehat: LTV : CPA minimal 3:1
  • LTV 3x lebih besar dari CPA = profit bagus

Cara Melacak Metrik dengan Tepat

Setup Pixel Meta (Facebook Ads)

  1. Masuk ke Events Manager → Set Up Pixel
  2. Copy kode → paste sebelum tag </head> website
  3. Gunakan Event Setup Tool untuk tambahin event tanpa coding

Setup GA4 via Google Tag Manager (GTM)

  1. Pasang kode GTM di <head> dan <body>
  2. Buat Tag → GA4 Configuration
  3. Buat Event seperti formulir_terkirim → tandai sebagai konversi di GA4

Mengambil Keputusan Berdasarkan Data

Kapan Wajib Scaling Iklan

  1. ROAS stabil di atas target (contoh: >4 selama 3–5 hari)
  2. CPA berada di bawah target
  3. Frekuensi iklan < 2.5 dan konversi stabil

Kapan Harus Stop Iklan

  • ROAS < 1 selama 48 jam
  • Sudah habiskan 1–1.5x nilai produk tapi belum ada pembelian
  • CPA > 50% dari batas toleransi

 


Kesimpulan: menguasai ROI, ROAS, CPA, dan LTV + tracking akurat = fondasi utama performance marketing yang profit-driven.

Kualitas data ditentukan dari bagaimana dia didapatkan. Dan salah satu cara mendapatkan data yang akurat adalah dengan mengembangkan landing page sebagai bagian dari funnel yang sesuai dengan model bisnisnya. Siap beralih ke bisnis yang mengambil keputusan berbasis data? KLIK DI SINI untuk mendapatkan jasa pembuatan landing page untuk iklan Anda

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Picture of Onino Mansah

Onino Mansah

Konsultan, Pembicara dan Praktisi digital marketing (certified by BNSP), seperti SEO, SEM, SMM dan kontent marketing untuk Digital Funnel. Ikuti Instagram Onino

Comments