3 Alasan Pentingnya Visi Bisnis Bagi Pengusaha

cara membuat visi bisnis yang benar
Visi Bisnis

3 Alasan Mengapa Anda Harus Memiliki Visi Bisnis

Saat ini disekitar kita mulai bermunculan para pengusaha atau pebisnis muda yang memutuskan untuk berwirausaha. Namun sayangnya, banyak juga pengusaha pemula tersebut yang akhirnya berhenti ditengah perjalanannya dalam merintis usaha.
Salah satunya adalah teman dan sahabat saya sendiri, sebut saja namanya Aldi. Pada awalnya, Aldi adalah seorang marketing di salah satu bank BUMN. Namun karena di sekitar tempat tinggalnya sedang ada proyek pembangunan pabrik baja terbesar se-Asia (Krakatau-Posco), Aldi memutuskan untuk resign dari bank tempat bekerjanya dan memilih membuat CV yang bergerak sebagai kontraktor dan supplier tenaga kerja serta pengadaan bahan pembangunan yang dibutuhkan oleh proyek tersebut.
Akan tetapi setelah berjalan selama kurang lebih 4 bulan sebagai kontraktor, Aldi kembali galau lantaran sepinya permintaan terhadap produk dan jasa CV yang dikelolanya. Akhirnya dia menyerah dan terakhir saya mendengar kabar bahwa Aldi sedang berusaha untuk kembali menjadi karyawan dan mengajukan surat lamaran ke berbagai perusahaan di kotanya.
Kisah diatas kiranya dapat memberikan kita banyak pelajaran berharga. Salah satunya yaitu mengenai pentingnya membuat visi bisnis yang terarah. Karena saya yakin kendala utama yang dihadapi oleh Aldi bukan semata karena sepi order, namun semangat dan daya juangnya yang masih kurang.
Nah, oleh sebab itu sangat penting untuk membuat visi bisnis yang fokus dan terarah untuk mendobrak semangat kita mencapai tujuan dalam berbisnis. Karena mereka yang bertahan dalam bisnis adalah mereka yang memiliki visi yang jelas dalam merintis usaha, dan bukan semata karena uang.

1. Visi Bisnis Sebagai Pemersatu Arah dan Tujuan

Jika bisnis Anda sudah mempunyai tim, maka dengan adanya visi akan menyatukan arah masing-masing personil dalam menjalankan tugasnya. Bayangkan, jika kita memiliki tim yang se-visi, maka semua komponen SDM akan menjadi solid karena semangatnya yang sama dalam mengejar visi perusahaan.

2. Sebagai Dasar Pengembangan Misi

Dengan adanya visi, ibarat rel yang akan menjadi lajur utama dalam mengembangkan bisnis. Semua tim akan bergerak menuju titik yang sama sehingga percepatan dalam mengembangkan bisnis lebih mudah dilakukan. Dari visi yang ditentukan maka akan muncul misi yang harus dilaksanakan. Ibaratnya, visi adalah titik tujuan yang ingin kita raih, maka misi adalah anak tangganya.

3. Visi Sebagai Pemicu Gairah Bisnis

Visi bisnis akan mencerahkan harapan, dan harapan inilah yang akan memicu gairah dan semangat Anda untuk terus berjuang. Bayangkan jika uang menjadi satu-satunya visi dalam berbisnis maka semua usaha dan kerja keras Anda dalam merintis usaha pasti akan terasa hampa dan melelahkan ketika Anda dibenturkan dengan berbagai rintangan.

Lalu, seperti apa kriteria visi bisnis yang baik?

Ada beberapa point yang bisa Anda perhatikan ketika membuat visi bisnis, diantaranya adalah :
a. Singkat, jelas, fokus dan mencerminkan standar kualitas yang baik
b. Menyatakan cita-cita atau keinginan bisnis anda di masa depan, 5, 10-20 tahun kedepan
c. Realistis dan relevan dengan bidang bisnis anda
d. Dapat diukur tingkat pencapaiannya
e. Atraktif dan inspiratif
f. Mudah diingat dan dipahami
Buatlah visi bisnis yang memuat nilai-nilai kemuliaan dalam jangka pendek dan jangka panjang untuk membuat bisnis Anda lebih terarah dan berkembang. Jangan sampai Anda berbisnis hanya sebatas mencari uang. Banyak perusahaan-perusahaan besar membuat visidengan kalimat-kalimat yang bagus dan menarik, dibingkai dan di tempelkan di tembok kantor mereka. Tujuannya adalah agar semua karyawan mengetahui sedang menuju kemana perjalanan perusahaan tempatnya bekerja.

5 Mitos Keliru Menjadi Pengusaha

pemikiran keliru ketika ingin menjadi pengusaha

Tidak banyak orang yang berani memilih menjadi seorang pengusaha. Kebanyakan orang akhirnya memilih menjadi karyawan dengan asumsi bisa mendapatkan penghasilan tetap setiap bulannya. Selain itu ada juga beberapa mitos yang sudah lazim tertanam di pemikiran masyarakat pada umumnya. Mitos-mitos tersebut sudah terlalu lama melekat dan seolah menjadi satu tahayul yang diyakini banyak orang.
Apa sajakah mitos keliru yang banyak ditakuti orang ketika akan menjadi pengusaha? Yuk lanjutkan untuk membaca agar Anda tidak lagi mempercayai mitos ini.

1. Butuh Modal Uang Besar Untuk Memulai Jadi Pengusaha

Modal menjadi satu faktor utama yang menghambat niat seseorang untuk menjadi pengusaha. Padahal, modal uang bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan seseorang dalam merintis usahanya. Ada modal lain yang justru menjadi penentu kesuksesan seorang pengusaha. Faktor lain tersebut diantaranya adalah skill, koneksi, dan kemampuan beradaptasi.
Dalam dunia nyata saat ini, banyak sekali kita jumpai seorang pengusaha yang justru sukses bukan karena seberapa banyak modal uang yang dimiliki ketika memulai bisnis. Jika Anda tidak percaya, bisa membaca kisah nyata pengusaha bisnis online pada artikel yang berjudul Kisah Sukses Pengusaha Online Tanpa Modal

2. Keberhasilan Pengusaha Sangat Bergantung Kepada Bakat

Kebanyakan orang mengurungkan niat untuk menjadi seorang pengusaha dengan alasan tidak memiliki bakat bisnis. Mereka berpikir bahwa kesuksesan pengusaha itu merupakan bawaan lahir.
Padahal apalah artinya bakat jika tanpa ada kemauan dan keuletan untuk belajar. Banyak orang yang berbakat tapi karena tidak ada kemauan akhirnya bakatnya tidak terasah. Anda bisa membakati diri jika memiliki kemauan untuk ikhtiar. Selagi Anda masih mau belajar berarti akan selalu ada jalan menjadi pengusaha sukses.

3. Bergantung Kepada Peluang

Banyak orang yang enggan menjadi pengusahan karena merasa belum ada peluang. Umumnya mereka menunggu kesempatan/peluang ada terlebih dahulu barulah kemudian mereka mencoba untuk menjadi pengusaha.
Padahal itu adalah pemahamanyang keliru. Kesempatan justru tidak akan ada jika kita tidak bertindak. Bagaimana mungkin kita tahu di dasar lautan ada banyak ikan jika kita tidak mau menyelaminya. Kesempatan akan terbuka lebar jika kita memiliki inisiatif untuk mengejarnya, bukan menunggu.

4. Garis Keturunan

Mitos mengenai faktor keturunan ini juga ternyata cukup banyak diyakini oleh masyarakat. Hanya karena di keluarga tidak ada yang menjadi seorang pengusaha, bukan berarti Anda tidak bisa menjadi pengusaha yang sukses. Dan ini pun berlaku ketika Anda adalah anak seorang pengusaha sukses, ini tidak menjamin Anda juga akan sukses menjadi seorang pengusaha.
Apapun profesi leluhur Anda sebelumnya, ini tidak mempengaruhi kesuksesan Anda. Harta dan benda mungkin bisa diwariskan, akan tetapi kompetensi pribadi itu tidak bisa. Anda mesti melatihnya sendiri dengan usaha yang konsisten.

5. Harus Berdasarkan Jurusan Akademik yang Sesuai

Jika Anda berfikir bahwa untuk menjadi seorang pengusaha itu harus lulusan ekonomi atau bisnis, cobalah lihat disekitar Anda. Apakah mereka yang sarjana ekonomi semuanya menjadi pengusaha? Dan coba Anda lihat juga biografi pengusaha sukses yang ada, apakah mereka sarjana ekonomi?
Memang benar, jika ilmu bisnis yang didapat di bangku sekolah/kuliah bisa menjadi salah satu faktor yang mempermudah seseorang menjadi pengusaha. Akan tetapi bukanlah berarti jika Anda tidak berasal dari background akademik yang sesuai lantas tidak akan bisa menjadi pengusaha.
Anda bisa search nama seorang pengusaha sukses Rangga Umara, pemilik puluhan restoran yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia. Beliau adalah salah satu contoh pengusaha yang bisa sukses dengan background yang tidak sesuai. Beliau ini lulusan IT.

Menghindari Marah Itu Sulit, Tapi Kita Bisa Memilih Ekspresi Marah

Marah adalah salah satu bentuk emosional yang wajar dimiliki oleh setiap manusia. Jika degup jantung dan nafas semakin cepat, tatapan mata melotot ditambah rasa panas yang bergemuruh di dada, bisa jadi itu tandanya Anda sedang marah.

Memang, berdasarkan penelitian ilmiah menjelaskan bahwa tanda kemarahan mirip dengan orang yang berlari dalam hal meningkatkan denyut jantung dan memompa lebih banyak darah dan lebih cepat. Namun, marah tidak seperti berlari. Pelari bisa berhenti jika dia mau atau dia lelah, sedangkan marah tidak dapat dikuasai dengan mudah, apalagi jika orang tersebut tidak terbiasa.
pengembangan diri mengendalikan emosi
Meskipun marah sulit untuk dihindari, tapi Anda masih bisa memilih ekspresi marah yang elegan. Mereka yang tidak bisa mengendalikan ekspresi marah biasanya memilih untuk mengikuti gejolak emosi yang membara dihatinya. Bentuknya bisa berkata kasar, berbicara dengan nada keras atau bahkan bertindak menggunakan kekerasan. Kalau sudah begini apa yang terjadi? Bukannya dapat solusi malah bisa menambah masalah baru.

Seorang pecundang mengekspresikan amarah semau mereka. Mengikuti luapan emosi sesaat, memaksa orang lain mengikuti keinginannya dengan jalan memberikan ancaman dan tekanan. Disini jelas sekali terlihat, bahwa orang yang demikian sangatlah lemah. Mereka tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri, bahkan mengharapkan orang lain yang bisa mengendalikan amarahnya dengan cara mengikuti apa yang dia inginkan.

Orang bijak bukan berarti tidak bisa marah. Siapapun pasti pernah marah, hanya saja bagi mereka yang bijaksana memilih ekspresi marah layaknya seorang pemenang. Pemenang tidak menggantungkan kondisi dirinya kepada orang lain. Pemenang selalu bisa mengambil keputusan untuk dirinya. Ketika dia sedang marah, lebih memilih mengekspresikannya dengan cara yang elegan. Tidak menjatuhkan dirinya sendiri dihadapan orang lain lantaran tidak mampu mengendalikan diri.

Marah itu emosi, berbicara kotor dan kasar itu ekspresi. Ekspresi marah orang bijak tetap terlihat tenang dalam keadaan marah. Mereka akan menentukan sikap terhadap kondisi saat itu. Tidak membutuhkan persetujuan orang lain untuk menenangkan dan memenangkan dirinya dari rasa marah. Itulah sikap ksatria seorang pemenang.

Marah itu pasti ada di setiap orang, namun ekspresi marah adalah pilihan…

Ketika Senyum Tak Berbalas, Awas Pahala Terkuras

Senyum Adalah Ibadah

Pernahkah Anda ketika dijalan tersenyum kepada teman atau orang yang Anda belum kenal tapi si orang tersebut malah jutek dan mengabaikan senyuman kita. Terlepas dari faktor sengaja atau tidak orang tersebut mengabaikan, ini akan memberikan efek kurang menyenangkan terhadap diri kita sendiri.

Perasaan jengkel dan kesal timbul dalam hati kita ketika mengalami kejadian seperti diatas tadi. Kita sudah mencoba untuk ramah namun orang tersebut justru tidak menghargai keramahan kita. Saya kira semua orang akan memaklumi perasaan kesal Anda saat itu.

Sobat…

Dalam agama Islam, senyum termasuk ibadah, karena membuat orang yang tersenyum menjadi indah dan enak dilihat. Islam menganjurkan jika Anda tidak memiliki apapun untuk disedekahkan, maka bersedekahlah dengan sebuah senyum. Sungguh mudah dan murah dalam bersedekah.
dalil senyum adalah ibadah
Di zaman Rasulullah SAW, seorang sahabat yang tidak memiliki apa-apa untuk disedekahkan bertanya kepada Rasulullah, ”Jika kami ingin bersedekah, namun kami tidak memiliki apa pun, lantas apa yang bisa kami sedekahkan dan bagaimana kami menyedekahkannya?” tanya sahabat.

Rasulullah bersabda:

”Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak: tasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar ma’ruf nahyi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah.”

Dalam hadist lain riwayat Imam Trumudzi:

”Tersenyum ketika bertemu saudara kalian adalah ibadah.”

Setelah kita mengetahui bahwa senyum dianjurkan oleh agama Islam, terlebih lagi ketika kita bertemu saudara. Maka hendaknya Anda tidak risau oleh keadaan apakah orang lain membalas atau tidak senyuman kita. Karena niat Anda tersenyum adalah untuk berbibadah, bukan untuk mendapatkan balasan senyuman.

Jangan sampai pahala sedekah atas senyuman Anda menjadi ternoda lantaran timbul perasaan su’udzon kepada orang yang diberi senyuman namun tak membalas. Karena bisa saja dia tidak melihat atau sedang terburu-buru saat berpapasan dengan Anda.

Senyum kepada keluarga, sahabat dan teman itu mudah. Sama sekali tidak terasa memberatkan. Tapi bagaimana jika kita harus tersenyum kepada orang yang pernah menyakiti kita? Masihkah kita meyakini bahwa senyum adalah ibadah? atau dengan mudahnya emosi Anda tersulut dan mengumpat didepannya daripada harus memberikan senyuman.

Sobat..

Selain karena nilai ibadah, senyum juga bisa menjadi satu bukti cinta tulus dan murninya persahabatan. Menjadi cerminan suasana hati yang lapang. Indah dan menentramkan bagi yang melihat. Anda tidak akan menyangka jika suatu hari nanti bisa saja orang yang pernah menyakiti Anda itu akan menyesali perbuatannya karena Anda tetap tersenyum ketika berjumpa dengannya.

5 Tips Membangun Team Work Tangguh

cara meningkatkan kerjasama tim
5 strategi membangun team work

Ketangguhan tim dalam satu perusahaan/organisasi bisnis tentu akan menjadi faktor percepatan kemajuan bisnis Anda. Tak peduli sebesar apapun tim yang Anda buat untuk menjalankan bisnis, tetap saja butuh perhatian dan perlakuan khusus dari Anda sebagai pemimpin.
Lalu bagaimana membangun team work yang kompak dan tangguh?
Dari sekian banyak teori yang menerangkan tentang pentingnya team work building, pada dasarnya ada satu prinsip yang mesti Anda sadari sebagai pemimpin, yaitu perlakukan anggota tim seperti halnya Anda ingin diperlakukan oleh atasan Anda.
Berikut ini adalah 5 cara membangun tim kerja tangguh yang bisa Anda praktekkan sebagai pemimpin, selamat membaca.

1. Berikan Kepercayaan

Menempatkan seseorang dalam satu divisi kerja sebenarnya sudah termasuk dalam bagian memberi kepercayaan. Akan tetapi tidak cukup hanya dengan itu. Berikan kepercayaan kepada masing-masing tim untuk mengambil keputusan yang sesuai dengan bidang kerjanya.
Dengan memberi kepercayaan penuh, akan membuat setiap anggota merasa jadi bagian penting dalam perusahaan. Selain itu,  akan memupuk rasa tanggung jawab terhadap pekerjaannya masing-masing.

2. Satukan Visi dan Misi

Setiap anggota harus memahami visi dan misi perusahaan. Sebagai seorang pemimpin, Anda harus memperkenalkan target-target apa saja yang ingin perusahaan raih dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Katakan juga, bahwa mereka semua memiliki peran penting dalam rangka mencapai semua target tadi.

3. Jangan Tunda Memberi Reward

Reward atas hasil kerja yang memuaskan, tepat waktu dan melebihi harapan normal tuntutan kerja, menjadi moment yang patut Anda perhatikan sebagai pemimpin. Jangan menunda untuk memberikan penghargaan atas hasil kerja gemilang yang mereka tunjukkan dalam keseharian.
Reward tidak melulu berupa bonus atau komisi akhir bulan. Mengajak mereka makan siang bersama bisa menjadi reward yang paling sederhana yang bisa Anda tunjukkan kepada anggota. Ketika setiap anggota sudah merasa menjadi bagian penuh dari perusahaan, maka percayalah, uang bukan lagi segala-galanya bagi mereka. Kepuasan melihat hasil kerja yang berdampak baik bagi perusahaan dan perlakuan Anda kepada mereka tidak akan bisa ternilai hanya dengan rupiah semata.

4. Dengarkan Keluhan

Manusia itu mahluk yang dinamis, hari ini bersemangat kadang esok hari sebaliknya. Oleh karena itu, sebagai pimpinan yang baik Anda harus mau mendengarkan keluhan mereka. Hal-hal yang membuat mereka tidak nyaman bekerja harus segera diantisipasi sebelum menimbulkan efek terhadap penurunan kinerja atau bahkan perpecahan dalam satu tim.
Anda bisa menyelipkan agenda lain-lain dalam setiap akhir rapat mingguan atau harian untuk mereka menyampaikan keluhan dan kendala-kendala selama bekerja. Mendengarkan keluhan idak melulu tentang pekerjaan boleh saja setiap anggota untuk berbicara masalah pribadi atau masalah lainnya yang berpengaruh terhadap efektivitas kerja masing-masing anggota. Berikan empati terhadap problem yang sedang dihadapi, catat dan carilah solusinya.

5. Pancing Ide

Sekecil apapun ide dan saran yang mereka katakan, itu sangat bagus untuk peningkatan performa tim kerja. Semakin sering mereka memikirkan kemajuan perusahaan itu berarti semakin tebal kesadaran dari masing-masing anggota. Tak peduli seberapa berharga ide yang didapat dari hasil pemikiran mereka.
Pancinglah ide mereka dengan mengungkapkan masalah yang sedang perusahaan hadapi. Sesuaikan masalahnya dengan porsi berpikirnya. Jika Anda sedang berbicara dengan divisi office boy, bicarakanlah mengenai penataan dapur yang lebih higienis dan artistik.

Meluruskan Niat Bisnis, Ini Penting Bagi Pemula

niat dalam bisnis
Niat Dalam Berbisnis

Apakah saat ini Anda berencana memulai bisnis?
Tapi bingung bagaimana cara mengawalinya?
Tenang… Anda bukanlah orang satu-satunya yang mengalami kondisi seperti itu. Ada banyak orang diluar sana yang mengalami kondisi serupa. Ingin memulai bisnis tapi masih belum tahu langkah apa yang pertama kali harus dijalankan.
Dalam bisnis, pertama kali kita harus meluruskan niat sukses kita. Dan yang lebih penting lagi bisnis yang Anda jalankan harus bernilai ibadah dihadapan-Nya. Oleh karena itu, jika ingin meraih kesuksesan dalam bisnis, mulailah bertanya pada diri sendiri ada niat apa yang tersembunyi di balik keinginan kita menjadi orang sukses dan kaya? Apakah untuk dapat menikmati hidup sesukanya, berfoya-foya, meraih popularitas, ataukah sebagai medan perjuangan di jalan Allah dengan harta dan jiwa?
Saya akan bercerita sedikit pengalaman saya tentang ketidakjelasan niat dan kenikmatannya dalam beribadah.
Pernah suatu hari..
Sahabat saya mengajak saya untuk melakukan iktikaf di mesjid bersama pegiat iktikaf yang memang telah diikutinya. Akan tetapi, sahabat saya tidak mengatakan yang sebenarnya tentang ajakannya kepada saya untuk beriktikaf. Saat itu dia hanya mengatakan ingin bertemu saja. Setelah saya bertemu dengannya menggunakan sepeda motor. Saya bertanya saat itu tentang tujuan dari pertemuan ini mau kemana, namun dia menjawab untuk ikuti saja sepeda motor yang dikendarainya.
Kemudian kami berhenti di salah satu masjid yang di halamannya sudah banyak jamaah yang berkumpul untuk melakukan iktikaf malam itu. Saya sempat kaget dan sedikit malu karena awalnya saya tidak tahu akan menuju masjid sedangkan pakaian yang saya kenakan saat itu bukan seperti pakaian orang yang mau beribadah.Tapi akhirnya saya mengikuti iktikaf di mesjid yang rencananya akan diselenggarakan selama 3 hari 3 malam tersebut.
Tapi ada kegundahan didalam hati ini, setidaknya terbesit pertanyaan seperti ini “Apakah ibadah saya akan diterima, sedangkan saya tidak ada niat untuk iktikaf disini”. Bagaimana dengan “Innamal ‘amalu binniat”?. Nampaknya pertanyaan itu memudarkan konsentrasi ibadah saya. Sehingga pada pagi harinya saya memutuskan untuk pulang saja. Keraguan hati saya ternyata dapat mengurangi kenikmatan dalam beribadah malam itu.
Nah kita kembali kepada topik bisnis.
Bagaimana jika ternyata niat awal bisnis Anda masih belum jelas. Saya kira hasilnya tidak akan jauh berbeda seperti yang saya ceritakan diatas. Keraguan terhadap hasil akan mengurangi nikmat kita dalam berproses.
Perbedaan niat itulah yang akan menentukan hasil bisnis kita. Sama seperti halnya dalam beribadah. Menurut Imam Baidlawi, niat itu ibarat satu gejolak hati untuk mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan tujuan, baik dalam rangka ingin mencapai suatu manfaat atau menghindari suatu mudharat pada masa sekarang atau yang akan datang. Sedangkan menurut syara’, niat bisa diartikan sebagai sebuah keinginan untuk melakukan sesuatu dan mendapatkan ridha Allah.
Niat adalah pekerjaan hati, bukan pekerjaan lisan. oleh sebab itu, yang tahu persis niat seseorang hanyalah dirinya sendiri dan Allah semata. Niat tidak dapat diukur dari ucapan. Ucapan dalam bentuk kata-kata hanyalah sekadar sebagai ikrar (lafadz), tidak lebih dari itu. Begitu pula niat tidak bisa diukur dari bentuk formalitas suatu pekerjaan.
Bisnis yang berlandaskan niat lurus dan murni karena Allah semata, maka insyaAllah dalam perjalanan bisnis Anda akan selalu mendapatkan pertolongan-Nya. Jika Allah telah memberikan pertolongan, niscaya bisnis yang dijalankan dapat berhasil dengan baik, dan yang terpenting lagi adalah Anda dapat memeroleh nilai keberkahan dari-Nya. Adakah keuntungan yang paling bernilai dalam bisnis selain bisnis yang kita jalankan memeroleh berkah dari-Nya?
Mari kita libatkan Allah dalam bisnis yang akan Anda jalankan. Jadikan bisnis di dunia memberikan keuntungan juga di akhirat kelak. Karena pad ahakikatnya Anda berbisnis bukan dengan sesama manusia, tapi Anda berbisnis dengan Allah SWT.