Inilah Investor Terbesar Para Pengusaha di Dunia

Investor adalah orang perorangan atau lembaga baik domestik atau non domestik yang melakukan suatu investasi (bentuk penanaman modal sesuai dengan jenis investasi yang dipilihnya) baik dalam jangka pendek atau jangka panjang. Keberadaan investor menjadi faktor penting perjalanan bisnis Anda. Secara langsung maupun tidak, mereka bisa menjadi penentu maju atau tidaknya suatu bisnis. Para pengusaha sangat memahami pentingnya seorang investor loyal yang dengan kekuatan penuh selalu siap menopang bisnisnya.

Sekarang mari kita pertanyakan, siapakah investor terbesar dalam bisnis Anda?
invoestor bisnis dunia akhirat

Disadari atau tidak kita sering kali justru melupakan keberadaan investor terbesar yang telah lama ada. Malah lebih sibuk mengurusi investor kecil yang perannya hanya dalam skala kecil saja. Kita sering kali lupa memberikan report bulanan dan tahunan kepada investor terbesar tersebut.

Siapakah dia?

Siapakah investor terbesar yang sudah sangat berjasa dalam bisnis Anda?

Dia adalah kedua orang tua Anda, Ibu dan Ayah.

Saya ulangi sekali lagi, investor terbesar dalam bisnis dan hidup Anda saat ini adalah kedua orang tua.

Mengapa saya katakan demikian?

Coba Anda bayangkan, bisnis apapun yang telah Anda jalani dan miliki saat ini tentu saja tidak mungkin akan ada jika seorang Ibu gagal saat melahirkan Anda ke dunia ini. Setelah 9 bulan lamanya mengandung Anda di dalam rahim sucinya, seorang Ibu berjuang mempertaruhkan hidup dan mati saat melahirkan. Dan saya kira Anda juga tahu, bahwa tidak ada seorang ibupun di dunia ini yang melahirkan tanpa rasa sakit yang teramat sangat.

Belum lagi setelah melahirkan, ibu dengan ikhlas memberikan supplai ASI kepada Anda yang setiap saat merengek saat lapar tanpa harus menunggu Anda menandatangani perjanjian kerjasama (MOU) layaknya supplier dan distributor. Dia selalu rela ketika tidurnya terganggu karena rengekan Anda tengah malam yang ingin menyusu.

Anda bisa berfikir, Anda dihargai, Anda mengerti mana untung dan mana rugi tidak lepas dari hasil pendidikan yang sudah ditanamkan seorang Ayah kepada anaknya. Anda bisa membeli mainan kesukaan, bisa berbusana keren layaknya tren anak muda yang sedang berkembang saat itu, dan bisa merasakan bangku sekolah hingga akhirnya menyandang gelar akademik, semua itu tak lepas dari peran Ayah sebagai investor.

Tapi.. coba Anda fikirkan, saat kini Anda beranjak dewasa, apakah kita sudah memperhatikan kedua investor tadi? Rutinkah kita memberikan return kepada mereka?

Tidak sedikit pengusaha yang saat bisnisnya mulai berkembang malah lupa dengan kedua investor tadi. Justru lebih memperhatikan investor kecil yang perannya sebatas menitipkan lembaran rupiah untuk bisnis yang Anda jalani. Saya harap Anda tidak termasuk kedalam tipe orang yang seperti itu.

Apakah Anda pernah mengabaikan SMS atau telepon dari orang tua lantaran sedang meeting di coffee corner dengan investor lain atau klien bisnis Anda?

Mungkin Anda akan berkata demikian ketika orang tua menelepon :

“Maaf Ayah, saya sedang meeting dengan klien!” Kemudian menutup handphone dan memasukkannya kembali kedalam saku kemeja Anda.

Padahal seharusnya, ketika orang tua menelepon, katakan kepada klien Anda:

“Maaf, saya minta waktu sebentar, orang tua saya menelepon!”


Hei.. ini bukanlah hal yang berlebihan kan? Bukankah orang tua Anda adalah investor terbesar? Maka sudah selayaknya memprioritaskan mereka terlebih dahulu dari pada segelintir orang pemilik saham perusahaan milik Anda. Kedua orang tua adalah pemilik saham terbesar atas jiwa dan raga Anda.

Bahkan kedua orang tua Anda adalah investor yang paling mulia, mereka tak memikirkan persentase ROI (return of investments) ketika pertama kali menanamkan investasi kepada diri Anda. Merekalah investor seumur hidup yang tidak akan pernah menarik sahamnya atas diri Anda. Mereka berinvestasi dengan cinta dan kasih sayang tanpa batas.

Berapa kali dalam sebulan Anda menjumpai mereka meski hanya sekedar peluk dan jabat tangan? Berapa kali dalam setahun Anda mempresentasikan diri Anda kepada mereka, dan kemudian menyerahkan bagi hasil ‘usaha’ secara tunai dan non tunai?


Mungkin saja sekarang Anda berfikir bahwa diri Anda bukan lagi anak kecil, Anda sudah beranjak dewasa dan mulai menata hidup mandiri. Tapi harus Anda tahu bahwa doa orang tua akan terus mengalir kepada anak-anaknya. Tiada sedikitpun penghalang antara langit dan bumi ketika malaikat menghantarkan doa yang dipanjatkan oleh orang tua.

Anda memang sudah tidak lagi membutuhkan ASI, sudah tidak lagi membutuhkan materi untuk biaya hidup. Tapi jangan lupa, Anda masih membutuhkan nasehat tulus dan doa ikhlas dari Ayah dan Ibu. Karena kedua hal itu tidak bisa Anda dapatkan dari orang lain. Anda bisa mengajukan kredit untuk peminjaman modal kepada Bank, tapi Anda tidak bisa mengajukan pinjaman doa dan nasehat.

Apakah saat ini Anda termasuk pengusaha yang masih lalai terhadap investor utama?

Selagi nafas kedua orang tua masih berhembus, sebisa mungkin secepat mungkin sebanyak mungkin berikan mereka perhatian. Bersegera menyenangkan hatinya, tanya kepada mereka hal apa yang saat ini sedang sangat mereka inginkan. Berusahalah untuk mewujudkannya satu persatu. Karena usia mereka semakin tua, kondisi kesehatan mereka semakin menurun. Jangan sampai Anda terlambat dan menyesal dikemudian hari.

Akhirnya, saya akhiri artikel ini dengan sajian satu video mengharukan untuk Anda yang masih memiliki Ayah dan kelak akan menjadi Ayah.

Masih Menunggu Lowongan Kerja? Bertobatlah!

cerita inspirasi bisnis untuk pencari kerja

LOWONGAN KERJA itu semakin dicari semakin sulit ditemukan bahkan tidak ada. Lhaa iyaa.. kalau semua orang mencari kerja, lalu siapa yang membuka lapangan kerja?? 😀
Ada ilustrasi LOGIS tentang ini, silahkan Anda simak.
Selepas lulus kuliah, Ali rajin mencari info lowongan kerja yang sesuai dengan potensi akademik yang dimilikinya. Tapi sementara menunggu panggilan test dan interview, Ali tidak merasa malu buat mangkal ngojeg di kampungnya, sambil jualan gorengan di pangkalan ojeg tersebut. Motornya dapet pinjem, dan gorengan itu juga bukan Ali yang ngemodal, melainkan tetangganya.
Pola hidup Ali, setiap pagi setelah solat subuh mempersiapkan berkas lamaran utk dimasukkan ke perusahaan dan instansi yg membuka lowongan. Jam 7 pagi Ali sudah beredar entah ke kantor pos atau membawa lamaran langsung ke tujuan. Dan selepas duhur Ali ngojeg sambil jualan gorengan hingga sore hari.
Sistem perojegan sudah diatur diantara sesama tukang ojeg. Para pengojeg harus antri bergiliran. Dalam 1 hari masing2 rata-rata kebagian 5-7 kali putaran. Tukang ojeg yg lain dalam menunggu giliran biasanya bermain kartu atau ngisi TTS. Sedangkan Ali? meski blm mendapat giliran tetep aja udh dapet duit dr jualan gorengan.
Penghasilan dari ojegnya ada yang disisihkan utk menambah varian gorengan dan menambah kategori minuman seperti kopi dan minuman dingin. Dan bahkan ada satu varian gorengan baru yg ternyata sangat laris, yaitu pisang coklat. Bukan cuma para tukang ojeg yg membeli, tapi orang-orang yang lewat juga.
Udah lewat 3 bulan, belum juga ada kabar panggilan test seleksi kerja. Ali tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Jualan gorengan yg dijalankan semakin memiliki banyak pelanggan. Sampai-sampai Ali meminta tetangganya yang kebetulan baru lulus SMA dan lagi nganggur untuk membantu dirinya Jualan dengan sistem bagi hasil.
Saat itu dalam sehari Ali sudah bisa menjual 110-130 gorengan. Belum lagi jika dirinya mendapatkan pesanan untuk kantor-kantor desa, atau pesanan salah satu warga yang akan menyelenggarakan acara syukuran dll. Ali pernah berhasil sampai menjual 900 gorengan dalam sehari. Kini aktivitas ngojegnya menjadi terganggu. Karena ketika ada banyak pesanan, Ali terkadang harus menggoreng seharian. Sehingga jatah ngojegnya diberikan kepada orang lain secara bergantian.
Bulan demi bulan telah berlalu, akhirnya pada bulan ke 6 ada panggilan test dari kantor notaris. Ali tersenyum lebar meskipun belum tentu diterima, dia Ali tetep bahagia krn penantian panjangnya telah terjawab. Ali berhasil melewati serangkaian prosedur test kerja, hingga membawa dirinya utk interview langsung dgn HRD dan perwakilan direksi.
Ali terkejut ketika dirinya ditawarkan gaji dalam sebulan sebesar 4 juta rupiah. Dia memberanikan dirinya untuk melakukan nego agar gaji untuknya lebih tinggi lagi, tapi ditolak mentah-mentah. Bahkan jawaban yang diterima oleh Ali sangat tidak mengenakkan. “Kalau mau silahkan, kalau enggak pun gak masalah. Masih banyak kok yang butuh pekerjaan”, begitu kata mereka.
Dengan tegas akhirnya Ali menolak pekerjaan itu. Yaaahhh wajar saja sih menolak, usaha gorengan Ali saja yang saat ini sudah memiliki 4 gerobak dan 7 orang karyawan, dalam sebulan bisa menghasilkan keuntungan bersih rata-rata 8 juta rupiah. Akhrinya Ali memilih bertobat mengejar lowongan kerja, dan memilih untuk mengembangkan bisnisnya dengan memanfaatkan koneksi teman-teman saat kuliahnya dulu.
Proses yang dijalani Ali bukan hanya berharap peluang dari panggilan test kerja. Ali memaksimalkan waktu yang dimilikinya agar tidak terbuang percuma untuk menjalankan peluang yang ada lalu menciptakan peluang yang lebih besar lagi.
Saudaraku, menjadi karyawan sama sekali tidak salah, yang salah itu MEMBUANG WAKTU. Ketika kita hanya berpikir bahwa satu-satunya sumber rejeki adalah dari status kita sebagai pekerja. Jika yg kita lakukan HANYA berburu lowongan, sesungguhnya ada waktu yang seharusnya kita gunakan utk BEKERJA dan BERTUMBUH tapi terbuang percuma.

Anda Pedagang atau Pebisnis? Tahu Bedanya?

bedanya pengusaha dan pedagang
Anda mungkin pernah bertanya-tanya apa yang membedakan antara pedagang dengan pebisnis (pengusaha).
Dalam sebuah video promosi kopdar YukBisnis 2015, Mas Jaya Setiabudi menjelaskan secara singkat mengenai perbedaan pedagang dan pebisnis. Jika diibaratkan, pedagang adalah pemburu, dan pebisnis adalah peternak.
Seorang pemburu akan bekerja dalam jangka pendek. Dia akan berburu setiap hari untuk mendapatkan hasil. Sedangkan seorang peternak bekerja dalam jangka panjang. Membangun sistem dan mengembangbiakkan hewan ternak.

Tentu saja pekerjaan seorang peternak setiap harinya akan menjadi semakin menjadi mudah dan ringan. Namun dengan hasil yang semakin besar dan berlimpah. Sedangkan pemburu, akan bekerja setiap hari sama kerasnya dengan hasil yang sama juga.

Seorang pebisnis merencanakan brand building. Mengumpulkan database pelanggan dan melakukan komunikasi intensif yang mengarah kepada brand positioning, brand image dan brand loyaliti.
Tahukah Anda?
“Dibutuhkan budget marketing 6x lipat untuk menjual sebuah produk kepada calon pembeli, dibandingkan kepada pelanggan setia Anda” – Jay Conrad Levinson (Guerrilla Marketing)
Artinya apa?
Database konsumen adalah bagian dari asset marketing yang paling berharga. Hal ini juga yang membuat Anda semakin mudah Anda untuk membedakan antara pedagang dan pebisnis.
Seorang pedagang martabak hampir-hampir tidak pernah menanyakan no Hp maupun kontak BBM pembelinya bukan?
Namun bagi seorang pebisnis, database adalah modal utama untuk mengikat calon pembeli. Mengkonversi dari prospek menjadi buyer hingga akhirnya menjadi pelanggan setia (konsumer).

Baca juga: Teknik Merngubah Prospek Menjadi Buyer Hingga Menjadi Konsumer

Dalam bentuk apa databasenya?
1. No Hp
2. Kontak BBM
3. Email
Setelah Anda memiliki database tadi, berikutnya adalah melakukan maintenance terhadap mereka. Melalui fasilitas broadcast. (sms gateway, Broadcast BBM, email blast)
Saya pernah membahas salah satu dari ketiga database diatas, yaitu optimalisasi kontak BBM sebagai media pemasaran murah dan mudah.
Bagi Anda yang ingin membacanya, silahkan klik dua link di bawah ini:
Sekian dulu pembahasan artikel kali ini. Untuk penggunaan SMS dan Email, tunggu saja yaa.. akan saya bahas selanjutnya di blog ini.

Jadi, apakah sekarang sudah bisa disimpulkan, Anda pebisnis atau pedagang?

Mau ngobrol di twitter? follow @onino99

3 Faktor yang Dapat Meningkatkan Kinerja Karyawan Selain Uang

Karyawan memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan bisnis Anda. Karyawan bukanlah pembantu bisnis Anda akan tetapi sudah menjadi bagian dari aset bisnis yang harus terus dipelihara.

Apabila Anda ingin potensi karyawan tercurah optimal saat bekerja, maka hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memberikan apa yang menjadi hak mereka setepat mungkin jangan sampai telat. Bayarkan gaji sesuai dengan beban kerja mereka. Jika ada pekerjaan yang mengharuskan lembur, berikan upah lembur yang seimbang. Ketepatan dan perhatian Anda terhadap karyawan akan membuat ikatan internal yang solid antara karyawan dan pihak manajemen.

Sebagai seorang pengusaha, perlu Anda tahu bahwa perilaku karyawan dapat diubah melalui penguatan positif, sehingga karyawan akan merasa bahagia jika ia dianggap mampu berkinerja tinggi. Ketika Anda memberi umpan balik yang tepat untuk rekan kerja Anda, Anda dapat mengubah kualitas hidup mereka. Kemampuan memotivasi karyawan adalah salah satu faktor penting yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha.
cara meningkatkan kinerja karyawan

Untuk memotivasi karyawan bukan hanya dengan uang, tapi juga support secara emosional. Banyak perusahaan yang tidak memperhatikan faktor emosional, sehingga keterikatan secara emosional antara karyawan dan manajemen menjadi rapuh dan akhirnya dapat mengganggu stabilitas bisnis Anda.

Menurut Dan Pink, ada tiga faktor yang bisa meningkatkan performa karyawan selain uang, yaitu:

1. Otonomi

Setiap orang memiliki keinginan untuk menjadi dirinya sendiri. Manajemen yang mengesampingkan keinginan itu dan memperlakukan karyawan seperti robot merupakan tindakan yang akan mengkerdilkan identitas diri dalam diri mereka.

Anda hanya perlu menyampaikan point-point apa saja yang harus dikerjakan oleh karyawan. Selanjutnya biarkan kreatifitas mereka muncul dalam menyelesaikan pekerjaan. Buatlah mereka bangga dengan hasil kerjanya. Jangan sampai mereka bekerja keras hanya sebatas mengikuti perintah Anda sebagai pemilik bisnis.

Klik untuk Join Grup Whatsapp : Media Promosi dan Sharing Bisnis

2. Menjadi Ahli dan Professional

Setiap orang ini ingin mendapatkan yang lebih baik atas hasil yang mereka kerjakan. Mengatasi tantangan atau mencari solusi untuk suatu masalah dapat memotivasi karyawan untuk berfikir kreatif dan fokus terhadpa solusi. Selain itu akan membuat skill yang dimilikinya semakin terasah dan akan terus terlatih hingga ia mencapai level professional dalam bekerja.

3. Bangunkan Cita-cita

Mungkin hal yang paling memotivasi untuk karyawan adalah menumbuhkan rasa satu cita-cita atas hidupnya dan cita-cita perusahaan. Cobalah untuk utarakan dengan jelas visi dan misi perusahaan. Katakan kepada mereka, bahwa visi itu merupakan cita-cita bersama yang harus diwujudkan melalui kerjasama yang baik antar setiap elemen.

Baca Juga: Ternyata..! Semakin Benci Uang Semakin Kaya Raya. Kok Bisa?

5 Kiat Memilih Nama Perusahaan Anda

ide membuat nama cv atau pt

Ketika bisnis sudah berkembang, kebutuhan akan legalitas menjadi satu hal yang harus dipertimbangkan oleh seorang pebisnis. Legalitas perusahaan biasanya bisa berupa UD, PD, CV atau bahkan PT. Ketika Anda akan membuat salah satu dari badan usaha tadi, hal pertama yang harus dipikirkan adalah nama perusahaan. Tapi mungkin Anda bingung ketika akan menentukan nama perusahaan yang akan di daftarkan kepada notaris.
Memilih nama perusahaan memang gampang-gampang susah. Biasanya seorang pendiri akan memilih nama berdasarkan bidang bisnis, nama pendiri, atau nama lain yang memiliki filosofi tersendiri bagi si pendiri. Memang tidak ada aturan baku mengenai nama perusahaan, yang penting nama tersebut tidak mengandung makna negatif.
Kita lihat saja bagaimana steve jobs memilih nama Apple sebagai nama perusahaan yang didirikannya. Steve jobs memang seorang vegetarian, dan apple adalah buah favoritnya. Padahal jika dikaitkan dengan bidang bisnis perusahaannya, ini sama sekali tidak nyambung. Apple adalah nama buah-buahan, sedangkan bisnis Apple sendiri di bidang teknologi.
Lalu apa yang bisa dijadikan ide dalam memilih nama perusahaan? Jika Anda masih bingung, 5 kiat memilih nama perusahaan berikut ini mungkin bisa menjadi referensi bagi Anda.
  1. Pilihlah nama perusahaan yang mudah diingat orang
  2. Nama perusahaan Anda sebaiknya mudah untuk diucapkan atau mudah dituliskan. Jika target perusahaan anda adalah berskala internasional, maka bisa juga Anda pilih nama dalam bahasa Inggris
  3. Nama perusahaan yang anda pilih masih tersedia, artinya belum digunakan oleh orang lain dan tidak memiliki kemiripan dengan nama perusahaan lain. Untuk mengetahui ketersediaan nama tersebut, anda bisa cari lewat mesin pencari di internet dan juga mengunjungi situs Disperindag serta Dirjen HAKI.
  4. Nama perusahaan tidak bertentangan dengan undang-undang dan tidak memiliki kesan yang buruk (berbahasa negatif)
  5. Nama perusahaan hendaknya berbeda dari yang lain, sehingga memiliki impresi yang kuat bagi orang yang mendengar atau mengucapkannya
5 Kiat diatas semoga bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang ingin menentukan nama perusahaan. Memilih nama yang sesuai dengan pemahaman filosofi Anda tentu saja akan lebih membuat Anda bersemangat dalam menjalankan bisnis perusahaan. Karena Anda mengerti betul dengan nilai-nilai yang terkandung dalam bisnis Anda.

Si Nenek Tua Penggali Mutiara

nenek tua pekerja keras motivasi bisnis
Alkisah..
Suatu hari ada seorang nenek tua berjalan tertatih menaiki bukit sambil memanggul barang bawaan. 
Melintaslah seorang pemuda, yang masih kekar hendak menuju arah yang sama, keatas bukit.

Karena langkah si nenek lambat, akhirnya si pemuda menawarkan bantuan untuk memanggul barang bawaannya.
Pemuda: “Nek, biar aku bantu bawa yaa”
Nenek: “Terima kasih nak, siapa namamu dan hendak kemana?”
Pemuda: “Nama saya Darto Nek… Saya ingin keatas bukit mengambil buah pisang, untuk kemudian saya jual ke pasar. Butuh biaya untuk pengobatan ibu saya Nek”
Nenek: “Memangnya kenapa ibumu?”
Pemuda: “Sudah 1 tahun ibu saya lumpuh, dan saya perlu biaya untuk berobat”
Mendengar cerita pemuda tersebut, si Nenek menghentikan langkah sejenak sambil bersandar di bebatuan.
Nenek: “Nak, coba kau buka isi keranjang yang dipanggulmu itu”
Lalu si Pemuda tadi membuka tutup keranjang yang dipanggulnya, dan betapa terkejutnya dia. Karena isi di dalamnya adalah butiran mutiara.
Pemuda: “MasyaAllah… banyak sekali nek, mutiara ini dapat dari mana?”
Nenek: “Aku akan ceritakan padamu setelah sampai di gubuk saya disana” sambil menunjuk keatas yang jaraknya tidak jauh lagi.
Lalu si nenek melanjutkan perjalanan dan si pemuda tadi mempercepat langkahnya, berharap segera sampai dan mendengarkan ceritanya.
Sambil berjalan, rupanya terbesit dalam hati si Pemuda untuk meminta saja barang dua atau tiga bongkah mutiara tadi. Dalam hatinya, pasti si Nenek berkenan. Karena toh masih banyak miliknya di dalam keranjang.
Akhirnya sampailah di gubuk tua tempat si Nenek tinggal. Si pemuda semakin terkejut ketika melihat didalam gubuk tersebut ada banyak sekali mutiara dan berlian.
Nenek: “Simpan keranjangnya disana nak, dan ini minumlah air putih ini. Maaf nenek tidak punya makanan untuk kamu”
Pemuda: “Tidak apa-apa nek, seandainya nenek memberi saya dua butir saja mutiara ini saya sudah sangat senang sekali nek”
Nenek: “Kenapa cuma dua? Saya masih punya banyak… Bawalah semua mutiara yang ada di dalam keranjang itu”
Pemuda: “Serius nek?? Itu semuanya buat saya???” Dengan nada setengah berteriak karena terkejut.
Nenek: “Ya, bawalah. Jual dan gunakan uangnya untuk membawa ibumu berobat”
Bukan main senangnya Pemuda tadi. Belum sempat si Nenek bercerita tentang bagaimana memperolehnya dia sudah bergegas kembali turun bukit menuju rumahnya. Bermaksud memberi kabar bahagia kepada ibunya yang sedang sakit.
Setelah itu dia bergegas ke pasar, menjual semua mutiaranya. Hasilnya luar biasa, dia mendapatkan banyak uang dalam waktu instant. Bukan saja cukup untuk berobat ibunya, tapi bisa untuk membangun rumah, dan membeli sawah. Hingga meminang sang wanita pujaan hati dan menikahinya.
Berselang 3 bulan lamanya, si pemuda menikmati hidup mewah yang diperolehnya secara instant. Hingga tak sadar uangnya semakin menipis dan hampir habis. Sawah yang dibelinya sudah dijual untuk kebutuhan hidup.
Hingga uangnya benar-benar hampir habis, barulah teringat kembali si pemuda dengan si nenek pemberinya mutiara. Dia kembali naik ke bukit untuk menemui si nenek hendak meminta lagi…
Namun… sesampainya di gubuk si nenek. Dia tidak menemukan apapun, pintu gubuk terbuka. Dan didalamnya sudah tidak ada mutiara yang tempo hari diliatnya bertumpuk.
Ditatapnya lagi setiap pojokan gubuk, berharap ada mutiara tertinggal. Namun semuanya sia-sia..
Si Nenek sudah tidak tinggal di gubuk lagi..
Si Pemuda menyesal.. Mengapa saat bertemu dulu tidak bertanya kepada si Nenek, darimana mendapatkan berlian itu. Padahal si Nenek sempat menawarkan ingin menceritakan kepadanya.
Namun karena nafsunya dan terlalu bahagia saat itu, dia lupa mendengarkan ceritanya.
Padahal andai dia mengetahui dari mana mutiara itu didapatkan tentulah sekarang diapun bisa mencarinya sendiri.
Sobatpreneur….
Mulailah tancapkan mental pembelajar yang kuat dalam benak kita.
Jangan mendambakan hasil instant. Apalagi bermimpi bisa menggandakan uang. Silahkan bertanya proses, karena itu akan membuat kita jadi terus belajar. Bukan meminta hasil..yang hanya membuat mental kita menjadi “cengeng”..
Karena dalam mengembangkan bisnis, ukuran utamanya bukanlah seberapa banyak omset Anda, melainkan sebarapa banyak Anda sudah berkembang dan bertumbuh secara pengalaman.

Jangan cepat MENGELUH, karena itu hanya akan membuat otak kreatif Anda semakin LUMPUH.

Semakin Anda banyak tahu, semakin mudah Anda berkembang. Omsetpun pasti mengikuti dengan sendirinya. Yes! Sesuai dengan kompetensi diri Anda.
Belajar terus, praktek terus.. Tidak ada seorangpun yang bisa menentukan kesuksesan Anda kecuali diri Anda sendiri. Karena setiap orang sibuk dengan memperjuangkan cita-citanya masing-masing

PS: Follow instagram saya : @onino99