Langkah Promosi Apa yang Dapat Dioptimasi Para CALEG SEBULAN Sebelum PEMILU 2019?

Bismillah....

Sangat jarang sekali, bahkan saya katakan hampir tidak pernah melihat iklan caleg di beranda FB saya, padahal saya sebagai warga naturalisasi Bandung, Jawa Barat, untuk pileg belum punya pilihan, mungkin saya termasuk swing voter, untuk Pileg yaa

Ngiklan politik di Indonesia masih bebas dan leluasa lhoo, ini celah bagus, xixixi. Berbeda dengan negara lain, FB memberlakukan syarat khusus admin yang akan mempublish konten di halaman dengan kategori politik. Istilahnya perlu ada sertifikasi khusus, sesuai dengan standar yg ditetapkan oleh FB.

Sekali-kalinya saya liat iklan politik itu dari ketua umum Golkar, pak Erlangga. Dengan penyajian soft, ringan dan menurut saya sudah sesuai dengan behavior pengguna FB.

Sekarang sudah menjelang pemilu, kurang lebih 1 bulan lagi. Nah, apa yg bisa dioptimasi untuk iklan digital?

Terinspirasi kemarin malam, salah seorang sahabat saya ada yg bertanya tentang hal ini...

Okey, kita bahas dulu disclaimer....

DISCLAIMER


Di FB tidak bisa untuk mentracking siapa saja yang mencoblos caleg tertentu. Karena closing akhir dari iklan politik adalah terjadi konversi kepada suara. Masalahnya kan proses pemilihan tidak terjadi di FB, melainkan di bilik suara nanti. Kan kita gak bisa install pixel FB di bilik suara. hihihi

Berbeda jika kita jualan online, kita bisa melacak sampai step terakhir, yaitu sampai terjadinya transaksi oleh si pembeli. Krn proses transaksi terjadi di digital juga, ada pixel FB yg kita tanam di web atau di landingpage. Jd ketahuan konversinya....

Kalau goal akhir pada iklan jual beli, rasio umum yang digunakan untuk mengukur konversi digital adalah 1%. Artinya, kita berasumsi setiap ada 100 kali iklan tayang, maka ada 1 orang yang membeli. Angka 1% ini tidak mutlak, tergantung dari penawaran produk kita, ngasih voucher diskon atau enggak, desain grafis dengan “STOPING POWER” tinggi dan juga targeting.



Ini foto bukan tampilan statistik FB ads... Ngasal aja,biar gak kosong.. hahaha

Bisa saja konversi mencapai 10%, atau bahkan lebih rendah lagi hanya 0,1%, yg berarti diasumsikan dari 1000 orang yang melihat iklan ada satu transaksi penjualan terjadi.

“Kita ambil saja rasio umum yang 1%. .”

Misalnya, untuk menjadi duduk di kursi parlemen Anda membutuhkan suara masuk 10.000 berarti jangkauan iklan kita harus menyasar kepada 1 juta orang.

Iya 1 juta audiens....

Dan 1 juta audiens ini pastikan orang yang berada di dapil Caleg. Dan lagi, 1 juta orang ini harus benar-benar tersentuh setiap hari dengan konten iklan yang sesuai dengan demografi audiens.

“...ambil saja rasio umum yang 1%...”

Jangan ngiklan menjelaskan visi dan misi, iklan model beginian gak laku di media sosial. Ingat behavior pengguna medsos itu maunya yang enteng, lugas, dan jelas.

Untuk semakin memperbesar kemungkinan sukses kampanye politiknya, maka bisa saja kita turunkan rasio menjadi 0,1%. Untuk mengejar angka 10.000 suara, ini berarti tim kampanye digital caleg harus menjangkau iklan kepada 10 juta orang.

Coba dicek aja DPT nya, 10 juta masuk gak? Kalo terlalu banyak ya jangan dipaksakan. Samakan jumlah DPT dengan ketersediaan audience FB di lokasi target iklan. Kalau DPT di dapil tsb ada 2 juta, ya ngiklan lah untuk ke 2 juta orang tsb. Disini perlunya data2 real sebagai pendukung.


Contoh Audiences Insight, mengetahui jumlah pengguna FB dalam wilayah tertentu dan demografi

Ngiklan itu bukan buang duit, tapi nyari data. Saya ulangi lagi, ngiklan itu nyari data, tentunya data yang berkaitan dengan KPI untuk personal branding caleg.

Bagian rumit dari ngiklan bukan bagaimana caranya kita me-running iklan, tapi bagaimana kita membaca metriks hasil dari iklan, menganalisa, dan mendekatkan dengan pencapaian KPI iklan.

Ngiklan itu bukan buang duit, tapi nyari data...

SPLIT KONTEN


Jangan samakan konten antara pemilih dewasa dan juga pemilih pemula. Dari targeting iklan, demografi kita split (potong-potong) kedalam beberapa kelompok, untuk membedakan konten iklannya.

Bikin banyak adset tergantung dari banyaknya pengelompokkan tadi... dan masing-masing adset bikin 5 ad konten. Biar satu orang melihat konten yg berbeda setiap hari... Tapi masih berkesinambungan antar ad satu dengan ad yg lain.



Kelompokin trus bedain konten iklannya

TARGETING


Ini sih udah pasti, hanya jangkau orang-orang yang berada di dapil caleg. Jangan salah setting lokasi... krn ada perbedaan antara LIVE IN dan VISITED IN. Jangan sampai dapil di Pangandaran, tapi yg liat iklannya orang-orang Sukabumi. Buang-buang duit....fokus ke dapil.


salah pilih = salah target

OBJECTIVE IKLAN


Di pilihan dashboard FB, minggu pertama utamakan BRAND AWARENESS, minggu kedua baru gempur di ENGAGEMENT, minggu ketiga pakai objective LEADS, minggu ke-empat sampai malam terakhir hajaaarrr di semua objective....!!


Pilihan objective iklan

Pileg kali ini pasti banyak orang yang belum punya pilihan caleg DPR-RI, DPRD-I, dan DPRD-II, saya aja bingung mau milih siapa nanti. Karena di bilik suara setiap pemilih akan membawa 5 kertas suara. Pas dibuka.... towewewew.... banyak pilihan, ada banyak kolom dan baris, isinya nama+nomor urut doang... euuhh kan lieuuurrr.... Swing voter akan memilih yang mereka ingat aja, yang mereka sering liat. Baiknya di materi iklan, desain grafisnya lebih tonjolkan nomor urut dan nama, itu aja.

REPETISI


Salah satu cara menancapkan benak kepada pemilih adalah dengan pengulangan. Jd jangan ngiklan terus-terusan tapi ke orang baru, orang baru lagi dan orang baru terus. Iklannya nanti terasa iklan baruuuuu terus meskipun running lama. Optimasi dengan RETARGETING, hanya menarget kepada orang-orang yang pernah melihat iklan atau berinteraksi di iklan kita.

Saya inget betul ketika istri saya baru ngeuh kalau ketua PSI itu si mbak Grace Natalie. Gara-garanya pas iklan PSI ngucapin selamat imlek kemarin.

Ada kata-kata yg di ulang, di bagian awal sama yang akhir.. kalau gak salah gini kata2nya: "SAYA GRACE NATALIE, KETUA UMUM PARTAI BLABLABLABLA" pengulangan ini dengan intonasi yg sama dan penekanan yg sama persis.

Ternyata iklan itu, nancep ke benak istri saya. Sampe akhirnya ngomong "Oooohhh ini ketua umum PSI teh?" Wkwkwkwk...”keeenaa deh” (kata Mbak Grace!)


Merasa kenal?

BUDGETING


Nah ini yg gak kalah pentingnya. Siapkan budget sesuai dengan target jangkauan iklan. Kalau pengen sejuta orang per hari, dengan satu campaign ada 5 adset, berarti satu adset harus menjangkau lebih kurang 200.000 orang. Pastinya, ngiklan di FB bisa dimulai dari 10rb-20rb rupiah. Krn itu ketentuan minimal dari om Mark Zuckerberg.

Uang 5 juta, buat bikin APK dapet berapa banyak? belum bayar org buat upah nempelinnya, belum lagi APK yg udah ditempel dicabut orang, atau ditimpa sama caleg lain, belum lagi bikin polusi visual, udah gitu gak bisa diukur, APK kita sudah dilihat seberapa banyak orang, jgn2 gak ada yg lihat juga.

Mungkin aja kan?

Krn orang-orang sekarang kalau lagi kejebak macet atau lagi lampu merah di jalan bukan celingak-celinguk kerajinan ngebacain baligo, tapi..??

Apa... ???

Yaa gitu lah... pastinya lihat HP, buka medsos. Yakan....yakan...yakaan??

Biaya iklan di FB itu gak statis harganya, bukan kaya kita mau beli sabun udah ada harga per satuannya. Biaya ada yang per interaksi, per tayangan, atau per leads (si audiens menghubungi melalui kontak WA/Web dll). Tergantung kesesuaian materi iklan dengan target. Semakin sesuai budget bisa ditekan semakin murah.

Udah ah nulisnya kepanjangan, nanti disambung lagi...



“Para mastah IM, advertiser, yg mau ngasih masukan, silahkan... catatan ini sekaligus buat saya sendiri nanti tahun 2024 hahaha.”

Btw...jika tulisan diatas bermanfaat, boleh dipraktekkan! Saya tidak menjamin dengan beriklan di FB akan banyak yg mencoblos. Tapi kalau utk mengukur kemungkinan, seberapa banyak orang mengingat nomor dan nama Caleg, ya monggo simpulkan sendiri dari tulisan saya diatas. Pastinya, semua perlu di test....gak bisa sekedar tebak-tebakan.


Jgn takut mencoba, gak ada kata salah dalam beriklan, adanya efektif atau tidak

Kalau mau tanya2, jgn inbox... saya jarang cek inbox. Seringnya cek mutasi rekening wkwkwk. Lagi pula sudah dijelaskan panjang kali lebar diatas...WA aja 0811-2347-867 (Helmi) kalau pengen disodorin kontrak wkwkwk

KESIMPULAN


(Gak ada kesimpulan...nyaa kitu weh, hapunten)

Ngopi kuy!

Onino Mansah





Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Disqus Comments
© Copyright 2017 Cara Bisnis Dropship Online - All Rights Reserved - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger