31/10/17

Wasiat 1 Trilyun - Kisah Inspirasi




Seorang ayah yang sudah tua renta yang juga saudagar tersohor di suatu negeri, memberikan wasiat kepada kedua anak lelakinya menjelang ajalnya..

1. Jangan bekerja dibawah panas terik matahari
2. Jangan memberi hutang

Selang beberapa hari, sang Ayah meninggal dengan meninggalkan 2 wasiat tadi dan juga harta warisan sebesar 1 trilyun kepada kedua anak lelakinya. Masing-masing mendapatkan bagian 500 Milyar.

10 tahun kemudian, kehidupan anak lelaki pertama ternyata jauh dari sejahtera. Harta warisan peninggalan Ayahnya hampir habis.

Sedangkan anak lelaki kedua hidupnya semakin kaya raya. Harta warisan dari ayahnya bukannya habis malah semakin banyak.

Seorang kerabat dari ayahnya datang menghampiri mereka di waktu dan tempat yang berbeda. Bertanya perihal apa yang dilakukan keduanya...

Anak pertama menjawab: "Aku mengikuti nasehat ayahku, tidak keluar bekerja saat matahari terik. Aku berada di rumah sepanjang hari.

Dan juga aku tidak memberikan hutang kepada siapapun. Termasuk ketika ada saudaraku yang membutuhkannya..Aku bertahan hidup irit dengan sisa warisan dari ayahku"

Lalu, anak kedua menjawab: "Aku mengikuti nasehat ayahku, Aku berangkat kerja sebelum matahari terbit, dan kembali kerumah setelah matahari terbenam. Aku bekerja keras sepanjang hari.

Dan aku tidak pernah memberikan hutang kepada siapapun, ketika ada yang membutuhkan selalu aku berikan kepadanya, aku anggap sebagai sedekahku"

Terlihat jelas..
Pesan yang sama diterima oleh dua orang berbeda, wajar jika ternyata hasilnya pun belum tentu sama.

Anak pertama hanya melihat tekstual dari apa yang dia dengar atas wasiat ayahnya. Sedang anak kedua melihat kontekstual atas wasiat ayahnya.

Bisa jadi pemahaman kita terhadap satu ayat berbeda meskipun lafadz yang dibacanya sama.

Gunakan akal untuk terus belajar, bukan menyalahkan orang yg berbeda pendapatnya. Krn bisa jadi, akal kita yang belum sampai kepada konteks sebenarnya.

Mohon tidak melakukan SPAMING
EmoticonEmoticon