Omset Merosot? Coba Kaji Ulang Hakikat Bisnis dan Marketing Ini

mengatasi omset penjualan menurun

Baru 4 tahun Saya terjun sebagai full internet marketer. Sampai detik ini pun masih terus belajar. Setiap hari adalah belajar dan menemukan hal baru.

Dan selama perjalanan itu ada hal menarik yang mungkin bisa menjadi inspirasi Anda. Saya ingin sedikit bercerita, boleh?

Awal terjun di internet marketing saya belajar banyak hal tentang blogging dan SEO website. Fokus terhadap hal-hal teknis. Sebagian besar waktu habis untuk browsing google, praktek..praktek..dan praktek.

Saat itu memang belum terlalu memikirkan tentang uang. Karena saya masih kuliah dan sebagian biaya hidup masih disupport oleh orang tua. Hingga akhirnya, mulailah terfikir dengan kebutuhan hidup yang mau tidak mau sudah harus belajar mandiri.

Setiap menulis blog orientasi saya adalah uang..uang..dan uang. Saya pernah menjadi penulis lepas artikel, dan penulis konten blog seorang publisher.

Saya pernah dalam satu bulan mendapatkan upah hasil menulis 2 juta rupiah. Dalam hati saya saat itu, berapa yang dihasilkan oleh sebuah blog sehingga pemiliknya sampai rela membayar saya untuk menulis sampai 2 juta perbulan. Tenyata, setelah saya mempelajari blog tersebut dipasang iklan Google Adsense. Dari situlah sumber penghasilannya.

Dan sempat saya mendengar bahwa penghasilan bersih dari blog tersebut adalah 40-60 juta rupiah. Tergantung banyaknya pengunjung yang klik iklan google didalamnya.

Dari situ, saya penasaran dan memutuskan untuk berhenti menjadi penulisnya. Dalam hati saya, kalau saya bisa menulis di blog sendiri tentulah penghasilan saya jauh lebih besar. Saking asiknya mengejar target menulis, saya jadi melupakan pemilik blog tadi dan lost contact. Saya benar-benar menjadi orang yang seperti tidak pernah bekerjasama dengannya.

Maka mulailah saat itu membangun blog berbayar yang memang khusus untuk pasang iklan google. Berbekal dari belajar otodidak, saya dapat dengan mudah membuat blog pertama saya. Saat itu menulis blog berbahasa inggris. Karena memang target visitor dari luar negeri (USA).

Tapi apa yang terjadi?

Penghasilan saya tidak sebesar penghasilan dia. Memang sempat beberapa kali cair, namun dengan nominal 1 juta dan sekitar itu saja. Tidak pernah menembus angka puluhan juta. Dan tak lama dari itu, trend bisnis online sebagai penayang iklan ini diterpa badai banned sepihak oleh google.

Bisnis ini menjadi tenggelam dalam seketika. Semangat saya pun ikutan tenggelam, dan mulai melirik peluang bisnis online lainnya.

Semenjak saat itu saya sering gonta-ganti bisnis online. Bukan mencari yang cocok dengan passion saya sebagai pebisnis tapi lebih tepatnya ikut-ikutan trend. Akhirnya tidak ada satupun fokus bisnis saya.

Hingga saya putuskan untuk menggabungkan antara bisnis online dan bisnis offline. Sumber pendapatan dari offline, namun sumber promosi memanfaatkan media online.

Ternyata bisnis model ini lebih long last..dan lebih nyata.

Kenapa saya bilang nyata?

Karena dalam mengembangkan bisnis saya mendapatkan networking yang secara tidak sengaja saya temukan. Saya jadi mengenal pengrajin produk A, lalu jadi tahu pusat produk B, lalu saya kenal dengan si C yang bisa menularkan semangat marketingnya kepada saya.

Begitu terus sampai sekarang..
Networking adalah hakikat kunci bisnis. Apapun produk/jasa yang Anda jual.. membangun networking itu penting.

Dan silaturahmi adalah hakikat dari marketing. Apapun media promosi Anda, membangun silaturahmi itu sangat perlu.
Saya jadi menyadari atas kesalahan saya saat memulai bisnis online seperti yang saya ceritakan diatas. Begitu mudahnya melupakan networking, karena fokus terhadap profit. Padahal profit akan terjadi dengan sendirinya seiring dengan networking bisnis yang terjaga dan meluas.

Itulah sebabnya dalam agama saya (Islam) mengatakan:

”Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturahmi.”
(HR. Bukhari)

Tidak setiap permasalahan rejeki datangnya dari masalah teknis seputar pekerjaan dan bisnis Anda. Penjualan menurun bukan serta merta karena ketidakbecusan CS Anda melayani pelanggan.

Bisa jadi rejeki kita sempit karena kita jarang bersilaturahmi. Saya kira ini masuk akal, karena dengan bertemu banyak kawan dari sanalah akan ada informasi dan inspirasi baru yang kita terima.

Sobatpreneur...

Apakah saat ini Anda merasakan jenuh, tidak bersemangat dalam merintis/menjalankan bisnis?

Jika Anda berada di Bandung, saya ingin mengundang Anda datang pada acara kopdar ke-7 BaIM (Bandung Internet Marketer). Berjumpa dengan teman baru itu menyenangkan, berdiskusi seputar bisnisnya. Saling mencurahkan permasalahan dan juga memberi solusi.

Namun saat ini hanya akan diadakan di Bandung saja. Dengan konsep obrolan santai, jadi tidak perlu malu-malu bagi Anda yang pertama kali ingin datang.

Silahkan kunjungi link ini untuk mendapatkan undangan KopDar BaIM #7


Mohon tidak melakukan SPAMING
EmoticonEmoticon