Manfaatkan Update Status Media Sosial Untuk Bisnis Anda

tips update status facebook untuk bisnis online


Saya ingin bertanya, apa motif Anda saat update status Facebook, Instagram, Twitter atau media sosial lainnya?

Mungkin saja sebagian dari Anda pembaca artikel ini menjawab hanya sekedar iseng, atau juga sekedar eksis di dunia maya. Sebenarnya hal ini tidak salah, namanya juga media sosial. Apapun boleh Anda lakukan selama bisa menambah luas lingkaran Anda bersosialisasi sekalipun di dunia maya.

Ya, itu memang tidak salah. Namun, jika saat ini Anda adalah seorang pebisnis terlebih lagi yang menjalankan bisnis secara online, update status media sosial merupakan salah satu sarana memperkuat personal branding Anda dan bisnis Anda.

Berbicara mengenai personal branding secara lebih sederhana bisa juga kita sebut sebagai pencitraan diri. Memanfaatkan update status media sosial untuk bisnis bukan berarti harus jualan langsung. Anda hanya perlu melakukan pencitraan mengenai Anda dan bisnis yang sedang Anda jalankan. Pencitraan disini tentunya bukan pencitraan palsu, melainkan sesuai dengan kompetensi (kemampuan) yang Anda miliki

Menurut Pak Bi (Subiakto: pakar branding) mengatakan bahwa personal brand diciptakan melalui kompetensi yang dimiliki oleh seseorang. Misalkan, seseorang memiliki kemampuan dalam hal memasak, maka hal penting yang harus ditonjolkan yaitu citra dirinya sebagai ahli masak. Caranya dengan berbagi info seputar masakan atau dengan menceritakan pengalaman/proses ketika Anda mencoba resep baru.

Lalu bagaimana cara melakukannya terhadap bisnis Anda?
Berikut ini adalah beberapa saran dari saya yang bisa Anda lakukan.

1. Share Manfaat Produk


Jika Anda penjual produk herbal, manfaatkan update status sebagai sarana untuk berbagi mengenai manfaat produk. Dengan penuturan gaya bahasa khas Anda, teman yang membaca status akan lebih cepat percaya dan larut dalam cerita. Cara ini bisa dikatakan sebagai teknik soft selling. Karena Anda tidak mengarahkan pembaca untuk membeli produk, melainkan cukup membangkitkan rasa ingin tahu saja.

Bahkan bukan tidak mungkin mereka yang membaca status Anda dan kebetulan memiliki problem yang sama, akan melakukan konsultasi lebih lanjut dengan Anda. Dan saat konsultasi inilah Anda sebenarnya sudah melakukan edukasi market.

2. Update Aktivitas Harian


Bagi saya, definisi sederhana marketing adalah pencitraan. Jika Anda adalah penjual sepatu pria, maka lakukan pencitraan ketika Anda melakukan aktivitas harian. Anda bisa melakukannya dengan cara berbagi foto ketika meninjau aktivitas produksi. Atau sekedar berbagi foto saat loading pengiriman stok ke gudang Anda. Tapi ingat, pencitraan disini adalah pencitraan yang sesuai dengan kompetensi Anda. Dan saya ingatkan sekali lagi, janganlah berlebihan, apalagi sampai melakukan pembohongan publik.

Cara seperti ini akan menanamkan citra di media sosial bahwa Anda memang penjual sepatu. Dengan tidak sadar pula, orang-orang yang berada di kontak media sosial akan tertanam di fikirannya mengenai bisnis Anda. Dan jika suatu saat membutuhkan sepatu, maka diharapkan Anda adalah orang pertama yang akan mereka hubungi.

3. Sesekali Hard Selling


Update status dengan sesekali melakukan hard selling bukanlah sesuatu yang terlarang dilakukan di media sosial pribadi Anda. Anda bisa berbagi foto produk terbaru dengan mencantumkan harga jual yang menggoda. Lebih maknyus lagi disertai dengan potongan harga spesial dan berbatas waktu.

Jangan lupa untuk mencantumkan CTA (Call To Action), sertakan no Hp atau pin BBM untuk orang-orang dapat bergegas menghubungi customer service dan Anda pun mulai menerima order dari pembeli.

Tapi mohon dicatat, jangan terlalu sering melakukan hard selling di status media sosial pribadi Anda. Karena bisa jadi orang-orang yang berteman dengan Anda merasa terganggu melihat beranda mereka. Dan hal terburuk bisa saja banyak dari teman Anda yang memutuskan enggan terhubung dengan Anda di media sosial.

Saya kira ketiga hal diatas sudah cukup jelas menyampaikan isi pesan saya kepada Anda. Karena banyak sekali saya lihat beberapa pemiliki bisnis yang seolah enggan menggunakan media sosial pribadi untuk dijadikan channel marketing. Padahal yang namanya mengenmbangkan bisnis bukan saja seputar kualitas produk yang perlu ditingkatkan melainkan kepribadian atau reputasi Anda juga sebagai pemilik bisnis sangat perlu untuk dioptimasi. 

Saya doakan, semoga bisnis Anda terus langgeng dan berkah. Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat mohon berkenan membagikan artikel ini melalui tombol sosial share di bawah.

Mohon tidak melakukan SPAMING
EmoticonEmoticon