Hati-Hati! Jangan Sampai Anda Menjadi Pengusaha Bermental Karyawan

menjadi pengusaha dan karyawan

Saat Anda membaca judul artikel ini mungkin sedikit mengerutkan dahi mencoba menangkap apa makna sebenarnya. Percaya atau tidak, kondisi ini hampir dialami oleh setiap orang yang baru saja terjun memulai wirausaha.

Lalu apa sih maksud dari 'pengusaha bermental karyawan' ??

Sobatpreneur dimanapun Anda berada saat ini, ada banyak orang diluar sana yang memilih menjalani dunia usaha namun mindset dan cara pandangnya terhadap bisnis masih seperti seorang karyawan. Entah munkin ini terjadi karena memang sebelumnya dia adalah seorang karyawan yang kemudian memilih resign dari kantor lalu membuka usaha sendiri. 

Pola pikir dan tindakan masih belum mencerminkan sebagai seorang pengusaha sejati. Bisa jadi saat ini Anda mengaku diri sebagai pengusaha namun pada kenyataannya gairah Anda setiap harinya dalam mencapai target bisnis masih sebatas memenuhi rutinitas harian.

Padahal, sebagai seorang pengusaha setiap hari adalah dinamis, aktivitas hari ini tidak harus sama dengan hari kemarin. Setiap hari adalah peningkatan gairah pencapaian target. 

Seorang karyawan yang bermental pengusaha itu lebih baik daripada pengusaha yang bermental karyawan. Untuk itu, sobatpreneur pembaca setia blog www.onino.web.id jangan sampai mengklaim diri sebagai pengusaha namun pada kenyataannya masih bersikap seperti karyawan.

Untuk menghindarinya, lebih baik Anda simak 

Berikut ini adalah perbedaan mental pengusaha dan karyawan.

1. Passion Sukses
- pengusaha akan mengejar gairah dan tujuan mereka! Mereka tahu dengan persis apa yang mereka ingin lakukan dalam kehidupan.
- Karyawan hanya memiliki sedikit gairah dan dorongan untuk mencapai tujuan. Mungkin mereka punya mimpi tapi sering mereka patah arang saat berhadapan dengan orang-orang pesimis karena dianggap gila mau menukarkan kemapanan dan kenyamanan hanya untuk stres menjalani gaya hidup pengusaha yang tidak pasti.

2. Keuangan
- pengusaha suka mengendalikan keadaan keuangan mereka dengan ketat. Mereka bekerja dengan perintah sendiri dan menentukan sendiri berapa banyak yang harus mereka dapatkan atas hasil jerih payah mereka. Mereka dengan leluasa akan bisa menentukan bayaran mereka sendiri.
- Sementara karyawan tidak bisa secara Mandiri menentukan nilai kerja keras mereka. Hal itu sedikit banyak tergantung pada atasan yang memimpin perusahaan mereka.

3. Ambisius
- pengusaha selalu berkata “harus jadi nomor satu”! Tidak ada yang seantusias itu dalam mengucapkan tujuan mereka menjadi nomor satu.
- Para pegawai menghabiskan waktu untuk meniti karir dan bekerja keras untuk mendaki jenjang karir yang sudah pasti.

4. Benefit
- pengusaha melakukan sesuatu yang bermanfaat! Tak hanya bagi keluarga, pengusaha juga biasanya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat umum di sekitarnya. Mereka suka memberikan pengaruh positif pada orang lain.
- Karyawan biasanya mengambil apa yang telah tersedia meskipun itu bukan yang mereka inginkan.

5. Fleksibilitas waktu
- pengusaha bisa menghabiskan waktu mereka dengan keluarga dan orang-orang terkasih lebih banyak! Karena mereka memimpin, mereka bisa menentukan waktu untuk keluarga dengan leluasa.
- Karyawan harus terikat dengan alokasi waktu yang telah ditentukan atasannya agar bisa meluangkan waktu dengan keluarganya. Kini banyak pekerja menghabiskan waktu lebih banyak dengan  para teman kerja dibandingkan keluarganya.

6. Manajemen resiko
- pengusaha tak segan ambil risiko! Ini penting karena tanpa keberanian ambil risiko, tidak ada dinamika dalam bisnis dan kehidupan. Risiko memang punya dua mata pisau, yang bisa melukai lawan dan kita sendiri. pengusaha tahu bahwa risiko ialah sebuah keharusan untuk mencapai sukses.
- Pegawai berpikir risiko hanya akan menimbulkan ketidaknyamanan dalam kehidupan. Mereka lebih suka bermain aman dan bermental takut untuk kehilangan apa yang sudah mereka kumpulkan.

7. Penentu Kebijakan
- pengusaha menentukan aturan main! Merekalah orang-orang yang bertanggung jawab atas usaha mereka. Mereka menentukan aturan, jam, dan jadwal mereka sendiri. Sementara karyawan mengikuti aturan yang pengusaha buat.
- Karyawan melakukan apa yang disuruh, kapan harus dilaksanakan, dan bagaimana seharusnya pekerjaan dilakukan.

8. Self upgrading
- pengusaha terus perbaiki diri! Mereka membantu orang mengubah dunia. Mereka menemukan hal-hal baru tentang diri mereka dalam setipa langkah bisnis mereka. Tiap pengusaha memiliki sesuatu untuk diberikan pada masyarakat dan perekonomian agar menjadi lebih baik.
- Karyawan cenderung terfokus pada diri mereka sendiri dan tidak belajar atau menemukan hal baru tentang diri mereka.

9. Berani beda
- pengusaha menantang status quo! Mereka tahu untuk bisa menjadi lebih baik dan makmur dari sekarang mereka harus melakukan sesuatu yang tidak mau dilakukan oleh orang lain. Inilah mengapa banyak orang berpikir orang yang mendirikan usaha sendiri adalah orang gila.
- Karyawan lebih suka mengikuti orang lain. Mereka suka mengikuti arus/ tren, bahkan jika arus itu menggiring mereka ke sebuah jurang penuh karang!

10. Motivasi sejati
- pengusaha selalu memiliki alasan mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan. Tanyakan itu pada setiap orang yang memiliki usaha. Mereka tahu alasannya. Alasan itu biasanya dibangun atas dasar emosi dan gairah. Alasan itu bisa berupa inspirasi dari seseorang.
 - Karyawan, sebaliknya, hanya tahun apa yang mereka lakukan dan bagaimana mereka melakukannya, tanpa tahu untuk apa mereka melakukannya.

1 komentar so far

salam kenal mas,, masih tinggal di serang kah mas ?

Mohon tidak melakukan SPAMING
EmoticonEmoticon