Ledakkan Omset Dengan 3 Teknik Melayani Pembeli Online Shop

3 teknik melayani pembeli online

Tulisan ini saya buat untuk menjawab pertanyaan salah satu sahabat saya, tentang bagaimana cara memperlakukan pembeli online yang menghubunginya melalui BBM atau media chat lainnya. Seperti yang sudah Anda tahu bahwa dalam jual beli online antara penjual dan pembeli tidak bertatap muka secara langsung. 

Saya akan membahas mengenai konsep, dan tidak akan membahas secara teknis mengenai interaksi dengan calon pembeli agar mengarah kepada transaksi. Karena pembahasan itu sudah pernah saya tuliskan pada artikel yang berjudul 4 Teknik Closing Jualan Online. Sudah baca? Kalau belum silahkan untuk membacanya terlebih dahulu.

Sebelumnya Anda harus memahami dulu pembagian kelas setiap calon pembeli. Saya membaginya kedalam 3 kategori yaitu prospek, buyer, konsumer. 
  1. Prospek adalah seseorang yang sudah atau baru pertama kali menghubungi Anda namun belum membeli produk.
  2. Buyer adalah seseorang yang sudah pernah membeli produk Anda, namun belum melakukan repeat order. 
  3. Sedangkan konsumer adalah pelanggan loyal yang sudah membeli produk Anda lebih dari satu kali.
Anda harus melayani ketiga kategori pelanggan tadi dengan cara yang berbeda. Ingat, beda ikan maka berbeda pula kail yang digunakan. 

Lalu seperti apakah cara yang tepat? Berikut ini saya ulas secara singkat, tetaplah bersama saya dan silahkan lanjutkan untuk membaca.

1. Prospek (Sapa-Tanya-Dengarkan-Tawarkan)

Saat Anda melayani obrolan teks dengan calon pembeli yang termasuk kedalam kategori prospek, maka sangat saya tekankan untuk tidak terburu-buru membahas transaksi. Apalagi jika dia baru pertama kali terhubung dengan Anda. Bangunlah kepercayaan terlebih dahulu, dan buatlah dirinya nyaman.

Sapa
Upayakan untuk terlebih dahulu menyapa calon pembeli, setidaknya bertanya nama atau domisili tempat tinggal.

Tanya
Coba untuk bertanya mengenai apa yang sedang dia butuhkan. Bangun obrolan sesantai mungkin. Gunakan emoticon yang dapat membantu membuat calon pembeli menikmati suasana obrolan.

Dengarkan
Saat dia mengutarakan kebutuhannya, cobalah untuk menjadi pendengar (pembaca) chat setia. Jangan memotong pembicaraan calon pembeli. Lalu, lakukan konfirmasi atas pertanyaannya dengan cara mengulanginya kembali. Misalnya:

Pembeli: "Aku lagi nyari kaos warna hitam polos ada gak?"
Penjual: "Oooh yang hitam polos yaa?" <--- br="" konfirmasi="" pertanyaan="">

Jangan anggap remeh bagian ini, karena dengan melakukan konfirmasi seperti itu, calon pembeli yakin bahwa Anda sudah mengerti dengan apa yang dibutuhkannya. Dan pada fase ini Anda sudah berhasil merebut setengah hatinya.

Tawarkan
Pada tahap ini, silahkan mulai berjualan. Tawarkan produk Anda yang sesuai dengan apa yang diinginkan calon pembeli.

2. Buyer (Tanya-Dengarkan-Tawarkan)

Ketika Anda melayani seorang calon pembeli kategori buyer, berbeda dengan point 1 yang tadi kita bahas. Cek terlebih dahulu, mengapa dirinya belum melakukan repeat order.
Tanya
Ketika berhubungan dengan seorang pembeli yang sudah pernah membeli produk Anda. Cobalah untuk terlebih dahulu bertanya. Buka obrolan dengan bertanya kabar atau bertanya mengenai produk pertama yang dibelinya, apakah sesuai dengan pesanan atau tidak.

Jika ternyata dia tidak puas dengan pengalaman pembelian pertamanya, cobalah untuk memberi klarifikasi sebaik mungkin.

Dengarkan
Coba untuk berani mendengarkan semua yang diutarakan. Tak peduli mengenai rasa puas atau bahkan rasa kecewa atas pembelian pertama. Selalu berikan tanggapan positif atas apa yang diungkapkan.

Tawarkan
Setelah itu lanjutkan dengan memberikan penawaran atas produk Anda. Bisa dengan menawarkan produk varian baru, atau dengan menawarkan kupon belanja atau event promosi lainnya.

3. Konsumer (Beritahu-Tawarkan-Pertahankan)

Berbeda halnya ketika Anda menghadapi konsumen yang sudah loyal. Anda bisa lebih cepat melakukan obrolan yang langsung mengarah kepada selling.

Beritahu
Beritahu kepada mereka produk terbaru Anda. Jelaskan secara singkat terutama dalam segi kualitas dan harganya.

Tawarkan
Mulailah menawarkan produk tersebut, berikan diskon berbatas waktu yang akan membuatnya bersegera melakukan transaksi.

Pertahankan
Selanjutnya, sampailah pada fase untuk mempertahankan. Apa saja yang harus dipertahankan?
  • Pelayanan
  • Kualitas
  • Hubungan baik
  •  
Dari ketiga penjelasan diatas, apakah sudah bisa Anda simak secara utuh pesan yang saya sampaikan dari artikel ini? Jika belum silahkan untuk mengulangi membaca bagian yang belum Anda pahami. Namun apabila semua pemaparan diatas sudah cukup, silahkan untuk segera mempraktekkannya. 

Jangan lupa follow twitter saya @onino99

1 komentar so far

petunjuk yang bagus. pasti akan saya lakukan. ternyata yang saya lakukan selama ini salah besar.

Mohon tidak melakukan SPAMING
EmoticonEmoticon