Jangan Salah Menyikapi Kesalahan

berdoa dan menangis

Kesalahan sudah menjadi bagian dari sifat manusia. Tak ada satu manusia pun yang tidak pernah salah di dunia fana ini. Berbuat kesalahan bukanlah akhir dari rangkaian kisah hidup Anda, sekalipun kesalahan itu teramat besar. Dalam menghadapi kesalahan tak sedikit orang yang akhirnya berputus asa, depresi bahkan sampai nekat memilih mengakhiri hidupnya di dunia.

Pada jaman Rasullullah, diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim. Ada seorang lelaki tua yang menggauli istrinya pada siang hari bulan Ramadhan. Kemudian lelaki tua tadi pergi menghadap Rasul dengan rasa berdosa. Rasul memberikan solusi padanya untuk memerdekakan seorang budak. Mendengar anjuran Rasul tadi, Lelaki tua itu tidak bisa menyanggupi untuk membayar biaya pembebasan budak.

Kemudian Rasul memberikan alternatif kedua, yaitu puasa dua bulan berturut-turut. Namun karena kondisinya yang sudah tua, hampir tidak mungkin baginya untuk berpuasa selama itu. Hingga akhirnya Rasul memberikan alternatif ketiga, memberi makan enam puluh orang miskin. Dan ternyata, pilihan terakhir ini pun sangat sulit bagi dirinya. Mengingat kondisi lelaki tua itu sangat miskin.

Rasulullah kemudian terdiam sejenak hingga datanglah seseorang yang memberikan sekantung kurma. Kemudian Rasul memerintahkan lelaki tua tadi untuk menyedekahkan kurma tersebut kepada orang miskin disekitarnya. Namun tanpa disangka, ternyata lelaki tua itu tidak mendapatkan orang yang lebih miskin darinya. Spontan Rasul pun tertawa hingga terlihat giginya kemudian ia memerintahkan pemuda tadi untuk memberi makan kurma itu pada keluarganya.

Nampak jelas sekali Rasulullah tidak menyikapi kesalahan lelaki tua tersebut dengan emosional atau perlakuan yang tidak menyenangkan. Bahkan sebaliknya, beliau tetap menunjukkan kasih sayangnya kepada hamba yang mau bertobat. Sekalipun kesalahan yang diperbuatnya dilakukan secara sengaja.

Lalu bagaimana dengan kita selaku umatnya?
Terlebih lagi menyikapi kesalahan yang kita perbuat sendiri?

Dalam surat Asy-Syura ayat 30, menjelaskan “Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahanmu).

Ayat ini bisa menjadi pegangan bagi kita ketika melakukan kesalahan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyadari bahwa setiap kesalahan terjadi bukan tanpa sebab. Dan sebab itu tiada lain dikarenakan ulah kita sendiri. Kecerobohan dan kelalaian kita pada masa lampau, mengantarkan kita pada pertemuan masalah di hari ini. Maka segera kita sadar diri, dan memohon ampun (taubat) kepada Allah. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi kita untuk memaafkan diri sendiri.

Kedua. Masalah datang untuk dihadapi, bukan dihindari. Lakukan segera upaya-upaya yang membawa kita kepada proses penyelesaian. Berbesar hati meminta maaf merupakan tindakan yang hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang berjiwa ksatria. Adapun diterima atau tidaknya permintaan maaf kita bukanlah urusan kita.

Jka kita menunda untuk meminta maaf hanya akan membuat hati kita gelisah lebih lama, tidak tenang dan selalu gundah. Perasaan bersalah akan selalu membayangi. Memendam rasa bersalah membuat kita stress, membuat perilaku dan perkataan kita kurang terkontrol, hingga pada akhirnya dapat mengganggu kesehatan kita, baik lahir maupun batin. Apapun resikonya, kita harus berani meminta maaf atas segala kesalahan kita kepada orang lain. Dengan hati tegar dan ikhlas mari kita paksakan langkahkan kaki untuk meminta maaf.

Coba perhatikan hadist di bawah ini:

“Tidak halal seorang muslim menjauhi kawannya lebih dari tiga hari. Jika telah lewat waktu tiga hari itu, maka berbicaralah dengan dia dan berilah salam, jika dia telah menjawab salam, maka keduanya bersama-sama mendapat pahala, dan jika dia tidak membalasnya, maka sungguh dia kembali dengan membawa dosa, sedang orang yang memberi salam telah keluar dari dosa karena menjauhi itu.” (Riwayat Abu Daud).

Jangan salah menyikapi kesalahan. Setiap peristiwa yang terjadi adalah momentum bagi kita untuk belajar lebih bijak. Allah Maha Tau segala cara dalam menegur hamba-Nya, termasuk salah satunya dengan dihadapkannya kita terhadap kesalahan. Semoga kita semua termasuk kepada golongan orang-orang yang ringan meminta maaf dan mudah dalam memberi maaf.

Follow twitter saya @onino99