Rahasia Menjual Tanpa Tatap Muka Telah Terungkap

cara menjual tanpa tatap muka
Darmawan Aji


Menjual tanpa tatap muka bukanlah suatu hal yang mustahil. Meski diantara Anda dan calon pelanggan belum saling mengenal, bahkan jaraknya pun saling berjauhan. Loh kok bisa? Tentu saja bisa, caranya adalah dengan mengoptimalkan komunikasi. 

Dalam ilmu komunikasi, ada yang namanya komunikasi persuasif, yaitu komunikasi yang bersifat mempengaruhi pendengar atau lawan biacara sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Anda.

Prinsip persuasi ini bisa kita gunakan dalam menjalankan bisnis jual beli online. Tips ini akan sangat berguna bagi Anda yang memiliki toko online. Apalagi toko online yang Anda kelola belum populer, sehingga reputasi bisnis Anda bisa saja belum banyak dipercaya oleh calon konsumen.

Lalu bagaimana menerapkan prinsip persuasi dalam menjual tanpa tatap muka dengan calon konsumen yang berada jauh dengan Anda?

Darmawan Aji sebagai seorang pakar NLP di kota Bandung, menjelaskan kepada peserta seminar Branding UKM, yang diadakan oleh @GaleriUKMBdg. Kebetulan saya termasuk salah satu orang yang beruntung bisa menyempatkan waktu untuk hadir disana. Melalui postingan ini, saya akan ceritakan kembali kepada Anda! Yuk disimak.


1. Prinsip Reciprocity (Timbal Balik)

Sebagai seorang penjual online, Anda harus berupaya untuk memberi terlebih dahulu kepada calon konsumen. Bisa dengan memberi voucher potongan harga untuk pembelian pertama, atau dengan memberikan bonus produk pelengkap. Atau jika Anda menjual makanan, bisa dengan memberikan free sample.

Princip repciprocity ini memancing seseorang untuk melakukan timbal balik. Apa timbal baliknya? Tentu saja Anda menginginkan berujung pada closing (pembelian) produk oleh konsumen tersebut. Karena sikap ini akan menggerakkan konsumen untuk membalas itikad baik Anda dengan melanjutkan kepada transaksi pembelian.

Ingat, Anda tidak bisa memaksa seseorang yang belum dikenal untuk langsung serta merta mempercayai Anda. Maka, disinilah fungsi dari reciprocity ini, untuk membantu konsumen lebih cepat yakin bahwa Anda bukanlah penipu.


2. Prinsip Scarcity (Keterbatasan)

Seseorang cenderung akan lebih menghargai hal-hal yang bersifat terbatas. Misalnya keterbatasan stock dalam satu produk yang ditawarkan kepada calon konsumen. Atau keterbatasan berlakunya waktu promosi yang diberikan.  Misalnya Anda membuat promo diskon 50% hanya dalam waktu satu minggu.

Rasa takut kehilangan atau the fear of missing out (FOMO) inilah yang akan menjadi motivasi kuat agar calon konsumen bergegas membeli saat itu juga. Mereka cenderung akan membeli selagi waktu, diskon atau stock yang terbatas itu masih tersedia atau belum berakhir. 


3. Prinsip Authority

Membangun otoritas Anda dimata konsumen salah satunya dapat dilakukan dengan mendorong tim Anda memberikan penjelasan lengkap mengenai bisnis Anda, menulis publikasi atau ulasan produk di sosial media untuk mendongkrak keunggulan brand Anda. Ini dapat menunjukan bahwa brand yang Anda tawarkan pada konsumen penuh dengan passion dan keterlibatan langsung dari berbagai pihak. 

Otoritas Anda sebagai orang yang sudah berpengalaman dan ahli dalam bidang bisnis Anda itu akan memberikan kepercayaan lebih banyak yang datang dari konsumen kepada Anda. Konsumen akan yakin bahwa bekerjasama dengan Anda adalah pilihan tepat.

Misalnya saja begini, ketika Anda sedang sakit kemana Anda harus datang? Ke montir professional atau ke dokter spesialis? Pastinya Anda akan mendatangi mereka yang 'dianggap' punya otoritas mumpuni, yaitu dokter spesialis. Benar begitu bukan?


4. Prinsip Commitment

Manusia cenderung konsisten dengan apa yang telah terjadi di masa lampau. Kecenderungan ini bisa kita terapkan dalam 'menggiring' calon pembeli agar mau membeli produk yang Anda jual. Sebelumnya Anda harus bisa mengusir keraguan yang ada di benak mereka.

Untuk mengatasi keraguan itu Anda dapat mengggunakan pertanyaan konfirmasi yang membuat konsumen berkata "YA" minimal tiga kali. Ini untuk meningkatkan persuasi, proses penerimaan pesan dan menciptakan hubungan yang kuat dan sikap resistan calon konsumen Anda.

Misalnya ada salah seorang calon pembeli yang menghubungi Anda, kemudian dia berminat untuk membeli sepatu produk Anda. Setelah Anda mendengar apa yang diinginkannya, berikan minimal 3 pertanyaan konfirmasi.

Misalnya:
  •     Apakah Anda ingin membeli sepatu ini?
  •     Size sepatunya 42 kan?
  •     Dikirimnya ke kota Jakarta?

Coba lihat baik-baik ketiga pertanyaan konfirmasi diatas. Semuanya membutuhkan jawaban "YA", "YA" dan "YA"

Setelah tiga kali mengatakan YA, saat Anda mengajukan lagi pertanyaan ke empat, maka kecenderungan konsumen tersebut akan menjawab "YA" juga. Dengan begitu, konsumen pun merasa nyaman bahwa Anda mengerti apa yang dia inginkan dan akan menjadi solusi bagi dirinya.


5. Prinsip Consensus

Manusia cenderung mempercayai apa yang dianggap benar oleh mayoritas orang. Dalam penerapannya terhadap bisnis jual beli online, Anda bisa menampilkan testimoni dari konsumen yang pernah membeli produk Anda. Testimoni ini bisa berupa screenshot percakapan Anda dengan konsumen, atau jika Anda memiliki web, bisa menyediakan review pelanggan untuk masing-masing produk yang terpajang di etalase toko online Anda.

Testimonial ini adalah bentuk dari aplikasi prinsip consensus. Calon konsumen akan lebih mudah percaya apa yang dikatakan orang lain tentang kehebatan produk Anda daripada Anda sendiri yang menjelaskannya panjang lebar kepada calon konsumen tesebut.


6. Prinsip Likeable

Bangunlah selalu kedekatan dengan setiap calon pelanggan. Lakukan percakapan informal untuk tahu lebih banyak informasi perihal mereka. Kesamaan hobi, kecintaan pada hal tertentu, keinginan dan cita-cita mereka. Dengan membangun kedekatan, Anda akan lebih mudah untuk disukai. Kalau sudah disukai, tentu saja rasa curiga dan tidak percaya yang ada di benak calon konsumen berangsur sirna.

Pada gilirannya, mereka akan mau membeli produk Anda. Bahkan sulit untuk menolak tawaran Anda yang sudah dekat dengan mereka. Bahkan jika ada kemiripan dan kesamaan dalam hobi saja itu sudah bisa membuat calon konsumen merasa dekat dengan Anda.

Nah semoga keenam prinsip komunikasi persuasi diatas dapat membantu Anda dalam menjual tanpa tatap muka dengan calon konsumen. Anda bisa menyebarkan trik diatas kepada tim customer service atau kepada tim sales yang berhubungan langsung denan calon konsumen.

Membujuk atau mempersuasi orang lain telah berkembang menjadi suatu ilmu komunikasi yang harus dimiliki siapa saja. Terlepas dari apakah implementasinya nanti akan digunakan untuk tujuan positif atau negatif tentunya akan tergantung dari niat masing-masing orang.

Mau ngobrol dengan saya? follow twitter @onino99