Inilah Investor Terbesar Para Pengusaha di Dunia

investor paling besar

Investor adalah orang perorangan atau lembaga baik domestik atau non domestik yang melakukan suatu investasi (bentuk penanaman modal sesuai dengan jenis investasi yang dipilihnya) baik dalam jangka pendek atau jangka panjang. Keberadaan investor menjadi faktor penting perjalanan bisnis Anda. Secara langsung maupun tidak, mereka bisa menjadi penentu maju atau tidaknya suatu bisnis. Para pengusaha sangat memahami pentingnya seorang investor loyal yang dengan kekuatan penuh selalu siap menopang bisnisnya.

Sekarang mari kita pertanyakan, siapakah investor terbesar dalam bisnis Anda?

Disadari atau tidak kita sering kali justru melupakan keberadaan investor terbesar yang telah lama ada. Malah lebih sibuk mengurusi investor kecil yang perannya hanya dalam skala kecil saja. Kita sering kali lupa memberikan report bulanan dan tahunan kepada investor terbesar tersebut.

Siapakah dia?

Siapakah investor terbesar yang sudah sangat berjasa dalam bisnis Anda?

Dia adalah kedua orang tua Anda, Ibu dan Ayah.

Saya ulangi sekali lagi, investor terbesar dalam bisnis dan hidup Anda saat ini adalah kedua orang tua.

Mengapa saya katakan demikian?

Coba Anda bayangkan, bisnis apapun yang telah Anda jalani dan miliki saat ini tentu saja tidak mungkin akan ada jika seorang Ibu gagal saat melahirkan Anda ke dunia ini. Setelah 9 bulan lamanya mengandung Anda di dalam rahim sucinya, seorang Ibu berjuang mempertaruhkan hidup dan mati saat melahirkan. Dan saya kira Anda juga tahu, bahwa tidak ada seorang ibupun di dunia ini yang melahirkan tanpa rasa sakit yang teramat sangat.

Belum lagi setelah melahirkan, ibu dengan ikhlas memberikan supplai ASI kepada Anda yang setiap saat merengek saat lapar tanpa harus menunggu Anda menandatangani perjanjian kerjasama (MOU) layaknya supplier dan distributor. Dia selalu rela ketika tidurnya terganggu karena rengekan Anda tengah malam yang ingin menyusu.

Anda bisa berfikir, Anda dihargai, Anda mengerti mana untung dan mana rugi tidak lepas dari hasil pendidikan yang sudah ditanamkan seorang Ayah kepada anaknya. Anda bisa membeli mainan kesukaan, bisa berbusana keren layaknya tren anak muda yang sedang berkembang saat itu, dan bisa merasakan bangku sekolah hingga akhirnya menyandang gelar akademik, semua itu tak lepas dari peran Ayah sebagai investor.

Tapi.. coba Anda fikirkan, saat kini Anda beranjak dewasa, apakah kita sudah memperhatikan kedua investor tadi? Rutinkah kita memberikan return kepada mereka?

Tidak sedikit pengusaha yang saat bisnisnya mulai berkembang malah lupa dengan kedua investor tadi. Justru lebih memperhatikan investor kecil yang perannya sebatas menitipkan lembaran rupiah untuk bisnis yang Anda jalani. Saya harap Anda tidak termasuk kedalam tipe orang yang seperti itu.

Apakah Anda pernah mengabaikan SMS atau telepon dari orang tua lantaran sedang meeting di coffee corner dengan investor lain atau klien bisnis Anda?

Mungkin Anda akan berkata demikian ketika orang tua menelepon :

"Maaf Ayah, saya sedang meeting dengan klien!" Kemudian menutup handphone dan memasukkannya kembali kedalam saku kemeja Anda.

Padahal seharusnya, ketika orang tua menelepon, katakan kepada klien Anda:

"Maaf, saya minta waktu sebentar, orang tua saya menelepon!"

Hei.. ini bukanlah hal yang berlebihan kan? Bukankah orang tua Anda adalah investor terbesar? Maka sudah selayaknya memprioritaskan mereka terlebih dahulu dari pada segelintir orang pemilik saham perusahaan milik Anda. Kedua orang tua adalah pemilik saham terbesar atas jiwa dan raga Anda.

Bahkan kedua orang tua Anda adalah investor yang paling mulia, mereka tak memikirkan persentase ROI (return of investments) ketika pertama kali menanamkan investasi kepada diri Anda. Merekalah investor seumur hidup yang tidak akan pernah menarik sahamnya atas diri Anda. Mereka berinvestasi dengan cinta dan kasih sayang tanpa batas.

Berapa kali dalam sebulan Anda menjumpai mereka meski hanya sekedar peluk dan jabat tangan? Berapa kali dalam setahun Anda mempresentasikan diri Anda kepada mereka, dan kemudian menyerahkan bagi hasil 'usaha' secara tunai dan non tunai?

Mungkin saja sekarang Anda berfikir bahwa diri Anda bukan lagi anak kecil, Anda sudah beranjak dewasa dan mulai menata hidup mandiri. Tapi harus Anda tahu bahwa doa orang tua akan terus mengalir kepada anak-anaknya. Tiada sedikitpun penghalang antara langit dan bumi ketika malaikat menghantarkan doa yang dipanjatkan oleh orang tua.

Anda memang sudah tidak lagi membutuhkan ASI, sudah tidak lagi membutuhkan materi untuk biaya hidup. Tapi jangan lupa, Anda masih membutuhkan nasehat tulus dan doa ikhlas dari Ayah dan Ibu. Karena kedua hal itu tidak bisa Anda dapatkan dari orang lain. Anda bisa mengajukan kredit untuk peminjaman modal kepada Bank, tapi Anda tidak bisa mengajukan pinjaman doa dan nasehat.

Apakah saat ini Anda termasuk pengusaha yang masih lalai terhadap investor utama?

Selagi nafas kedua orang tua masih berhembus, sebisa mungkin secepat mungkin sebanyak mungkin berikan mereka perhatian. Bersegera menyenangkan hatinya, tanya kepada mereka hal apa yang saat ini sedang sangat mereka inginkan. Berusahalah untuk mewujudkannya satu persatu. Karena usia mereka semakin tua, kondisi kesehatan mereka semakin menurun. Jangan sampai Anda terlambat dan menyesal dikemudian hari.

Akhirnya, saya akhiri artikel ini dengan sajian satu video mengharukan untuk Anda yang masih memiliki Ayah dan kelak akan menjadi Ayah.