Menghindari Marah Itu Sulit, Tapi Kita Bisa Memilih Ekspresi Marah

ekspresi marah bayi

Marah adalah salah satu bentuk emosional yang wajar dimiliki oleh setiap manusia. Jika degup jantung dan nafas semakin cepat, tatapan mata melotot ditambah rasa panas yang bergemuruh di dada, bisa jadi itu tandanya Anda sedang marah. 

Memang, berdasarkan penelitian ilmiah menjelaskan bahwa tanda kemarahan mirip dengan orang yang berlari dalam hal meningkatkan denyut jantung dan memompa lebih banyak darah dan lebih cepat. Namun, marah tidak seperti berlari. Pelari bisa berhenti jika dia mau atau dia lelah, sedangkan marah tidak dapat dikuasai dengan mudah, apalagi jika orang tersebut tidak terbiasa.

Meskipun marah sulit untuk dihindari, tapi Anda masih bisa memilih ekspresi marah yang elegan. Mereka yang tidak bisa mengendalikan ekspresi marah biasanya memilih untuk mengikuti gejolak emosi yang membara dihatinya. Bentuknya bisa berkata kasar, berbicara dengan nada keras atau bahkan bertindak menggunakan kekerasan. Kalau sudah begini apa yang terjadi? Bukannya dapat solusi malah bisa menambah masalah baru.

Seorang pecundang mengekspresikan amarah semau mereka. Mengikuti luapan emosi sesaat, memaksa orang lain mengikuti keinginannya dengan jalan memberikan ancaman dan tekanan. Disini jelas sekali terlihat, bahwa orang yang demikian sangatlah lemah. Mereka tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri, bahkan mengharapkan orang lain yang bisa mengendalikan amarahnya dengan cara mengikuti apa yang dia inginkan.

Orang bijak bukan berarti tidak bisa marah. Siapapun pasti pernah marah, hanya saja bagi mereka yang bijaksana memilih ekspresi marah layaknya seorang pemenang. Pemenang tidak menggantungkan kondisi dirinya kepada orang lain. Pemenang selalu bisa mengambil keputusan untuk dirinya. Ketika dia sedang marah, lebih memilih mengekspresikannya dengan cara yang elegan. Tidak menjatuhkan dirinya sendiri dihadapan orang lain lantaran tidak mampu mengendalikan diri.

Marah itu emosi, berbicara kotor dan kasar itu ekspresi. Ekspresi marah orang bijak tetap terlihat tenang dalam keadaan marah. Mereka akan menentukan sikap terhadap kondisi saat itu. Tidak membutuhkan persetujuan orang lain untuk menenangkan dan memenangkan dirinya dari rasa marah. Itulah sikap ksatria seorang pemenang.

Marah itu pasti ada di setiap orang, namun ekspresi marah adalah pilihan...