Rumus Menghitung ROI Iklan Facebook Berbayar

dampak memasang iklan facebook berbayar

Anda pengusaha online?
Sering memasang iklan di Facebook tapi belum ada peningkatan berarti terhadap profit?

Kesalahan para pebisnis online ketika memasang iklan adalah tidak memperhatikan dampak setelah pemasangan iklan tersebut. Apakah berpengaruh atau tidak? Jika memang iklan online Anda tidak berpengaruh positif terhadap keuntungan bisnis, lebih baik hentikan pemasangan iklan dan gantilah dengan strategi promosi lainnya.

Bagaimana kalau sekarang saya kasih tau Anda beberapa tips memasang iklan Facebook. Setuju? Lanjutkan untuk membaca.

Beberapa hari yang lalu saya mencoba memasang iklan berbayar di facebook untuk pertama kalinya. Kemudian menghitung ROI (Return Of Investment) setelah tenggang iklan tersebut habis. Ternyata didapatkan hasil perhitungan ROI nya adalah 136%. Menurut saya, ini termasuk hasil yang kurang optimal dari pemasangan iklan berbayar.

Kenapa saya mendapatkan ROI yang kecil? Sebelum membahas penyebabnya, mari kita bahas terlebih dahulu secara singkat apa yang dimaksud dengan ROI.

Pengertian ROI (Return Of Investment)


Dalam pengertian yang paling sederhana, ROI atau Return On Investment adalah rasio antara biaya iklan dengan keuntungan. Atau dengan kata lain, ROI digunakan untuk mengetahui seberapa besar sih dampak/peningkatan keuntungan setelah Anda memasang iklan?

ROI juga dikenal sebagai tingkat laba (rate of profit) atau hasil suatu investasi pada saat ini, masa lampau atau prediksi di masa mendatang. ROI tidak mengindikasikan berapa lama investasi dikelola. Namun demikian, ROI sering dinyatakan dalam satuan tahunan fiskal atau penanggalan. 

Cara Menghitung ROI


Secara sederhana ROI bisa dihitung dengan rumus sebagai berikut:

ROI = ( (keuntungan – biaya) / biaya ) x 100

Misalkan Anda memasang iklan Facebook Ads dengan biaya Rp 200.000 selama sebulan, dan mendapatkan keuntungan anda bersih selama sebulan adalah Rp 2.000.000, maka cara menghitung ROI anda adalah

ROI = ( (2.000.000 – 200.000) / 200.000 ) * 100

ROI = ( 1.800.000 / 200.000 ) * 100

ROI = 9 * 100

ROI = 900%

Jika dibahasakan dengan uang, maka kurang lebih seperti ini:

Setiap Anda mengeluarkan biaya iklan sebesar Rp 100.000 maka Anda akan mendapatkan hasil 9 kali lipat, atau sekitar Rp 900.000
Saya kira penjelasan singkat mengenai ROI ini sudah bisa Anda pahami kan?

Sekarang saatnya kita membahas kesalahan saya ketika memasang iklan Facebook berbayar beberapa hari yang lalu. Setelah Anda mengetahui letak kesalahannya, saya harap bisa menjadi pelajaran untuk Anda sebelum memasang iklan facebook berbayar.

1. Memasang Iklan Saat Weekend

Weekend atau akhir pekan adalah saat dimana setiap orang lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersama keluarga. Entah berlibur keluar kota atau sekedar pergi wisata kuliner. Jumlah penggguna internet secara otomatis berkurang drastis. Oleh karena itu, hindarilah memasang iklan online ketika hari-hari libur atau akhir pekan. Karena iklan Anda tidak optimal dengan prediksi sedikitnya jumlah orang yang akan melihatnya.

2. Menggunakan Gambar Tidak Menarik

Semua pakar marketing setuju bahwa penggunaan media visual berpengaruh besar terhadap komunikasi marketing antara penjual dan calon pembeli. Pemilihan gambar yang kontras namun tetap menarik dipandang mata akan membuat orang yang melihatnya merasa penasaran dan akhirnya mau mengunjungi iklan Anda.

Oleh sebab itu, dalam hal memilih gambar untuk iklan, pilihlah yang sesuai dengan target market Anda. Jika target marketnya adalah anak-anak, pemilihan icon kartun yang sedang populer dikalangan anak-anak bisa menjadi satu faktor penentu peningkatan ROI iklan online Anda.

3. Kata-Kata Tidak Menggugah

Kata-kata adalah faktor utama yang dapat memicu orang lain yang melihat iklan Anda untuk mau membaca dan akhirnya tertarik untuk membeli produk yang Anda jual melalui iklan online. Pemilihan kata harusnya dapat menghipnotis pembaca dan menggugah dirinya untuk melakukan pembelian saat itu juga, jangan hanya sekedar menjelaskan deskripsi produk yang Anda jual.

Untuk bisa menyusun bahasa iklan yang optimal dibutuhkan latihan secara terus menerus agar kita terbiasa melakukannya.