Yuk Bongkar Rahasia Meningkatkan Brand Image

cara menaikkan gengsi merk produk Anda
6 Cara Meningkatkan Brand Image

Mau punya brand/merk yang dikenal banyak orang?

Cara umum yang paling sering dipikirkan orang dalam meningkatkan brand image adalah dengan melakukan promosi dengan cara memasang iklan di televisi atau media cetak dengan membayar artis ternama untuk meningkatkan brand image.

Tapi... untuk melakukan semua itu butuh biaya yang tidak sedikit, lagipula dampaknya berlangsung tidak lama. Coba saja Anda pikirkan. ketika Anda menghentikan kerjasama iklan dengan salah satu media, maka brand image Anda pun ikut tenggelam dari peredaran.

Nah.. bagaimana jika Anda saya beri tahu rahasia jitu meningkatkan brand image namun dengan biaya terjangkau dan berdaya tahan lebih lama.

Tertarik?
Yuk lanjutkan membaca artikel ini baik-baik untuk mengetahuinya.

Memiliki brand/merk produk yang dikenal oleh banyak orang adalah impian setiap pengusaha. Apapun kategori produknya, penguatan brand image akan meningkatkan rating pasar dan penyebaran merk secara lebih luas lagi.

Mendapatkan pelanggan tidak mudah, maka pelanggan yang sudah ada merupakan aset bagi perusahaan. Hal tersebut membawa kita pada satu pemikiran bahwa keberadaan komunitas menjadi kebutuhan penting bagi perkembangan bisnis, Anda bisa melihatnya melalui fenomena pemasaran customer-centric, yang berarti para produsen/perusahaan memusatkan fokus produknya kepada kebutuhan pelanggan dalam komunitas tertentu.

Satu hal yang paling penting dalam membentuk komunitas yang sustainable adalah adanya komitmen dan konsistensi yang kuat. Sebagai salah satu contoh, kita lihat upaya Polygon sebagai brand sepeda yang membuat komunitas Bike to work. Pada mulanya Polygon hanya berstatus sebagai mitra pengadaan sepeda. Setelah kerjasama tersebut berjalan, muncul inisatif dari pihak komunitas untuk membuat desain yang diinginkan anggotanya.

Desain sepeda yang awalnya hanya dipakai oleh satu komunitas tersebut rupanya berhasil mengangkat brand image Polygon. Setelah itu, Polygon memproduksi sepeda tersebut untuk dijual kepada masyarakat umum dengan harga yang relatif murah, yakni sekitar 1 jutaan. Dan ternyata desain sepeda yang berasal dari komunitas bike to work itu sukses di pasaran.

Nah bisa Anda lihat kan? seberapa penting pengaruh komunitas terhadap peningkatan brand image.

Kini saatnya kita masuki inti dari artikel ini, yaitu menjawab pertanyaan yang ada di benak Anda. "Bagaimana cara membangun komunitas untuk meningkatkan brand image?"

Komunitas berperan sebagai duta merek yang pada akhirnya menjadi media promosi kepada khalayak umum. Dengan adanya komunitas akan memberikan dampak kepada peningkatan citra merek, kesadaran nilai merek yang tinggi, serta penguatan loyalitas konsumen kepada merek bisnis Anda.

Berikut beberapa tips dalam membangun sebuah komunitas:

1. Bangunlah komunitas yang sesuai dengan nilai dan manfaat dari merek Anda. Jika Anda menjual sepatu gunung atau sepatu panjat, buatlah komunitas climbing di kampus-kampus atau sekolah-sekolah menengah yang memiliki ekskul panjat tebing.

2. Ciptakan interaksi secara berkelanjutan dengan anggota komunitas. Adakan kegiatan-kegiatan gathering atau sekedar kopi darat di cafe-cafe.

3. Rancanglah satu kegiatan yang melibatkan anggota komunitas secara aktif agar muncul ikatan emosional kepada merek Anda. Misalnya mengadakan acara charity (amal) untuk anak-anak jalanan yang penyelenggaraan acaranya melibatkan anggota komunitas secara langsung.

4. Update informasi yang berguna bagi anggota komunitas. Bisa melalui sosial media seperti facebook, twitter, atau group BBM. Berikan informasi yang berkaitan dengan komunitas tersebut.

5. Berikan sarana kepada anggota komunitas agar dengan "sukarela" mau mempromosikan merek Anda. Bisa dengan berbagi stiker keren untuk di tempel di kendaraan, atau berbagi gantungan kunci dan t-shirt.

6. Buat peraturan yang diberlakukan bagi semua anggota komunitas. Tentu saja dalam proses pembuatannya harus mendapatkan persetujuan dari semua anggota dan bisa di jalankan secara sukarela.

Oke.. cukup sampai disini dulu pembahasannya. Saya yakin masih banyak pertanyaan di benak Anda yang belum terjawab melalui artikel ini. Meskipun begitu, setidaknya sudah terbesit dalam pikiran Anda tentang komunitas apa yang cocok untuk bisnis Anda. Saran saya, jangan hanya didiamkan di benak. Segera wujudkan. Ingat, membuat komunitas jangan langsung membayangkan dalam skala besar. Bisa kan Anda memulai dengan komunitas pertemanan sekitar Anda?