Orang Sukses Hanya Perlu Dipermalukan



Saya terkejut membaca twit @BongChandra diatas, sesaat berpikir mencari makna yang sebenarnya. Karena menurut saya, sesukses apapun orang, tetap saja masih butuh motivasi dari orang yang lebih sukses lagi darinya. Akhirnya saya teringat akan beberapa peristiwa yang sempat ditayangkan di media-media tentang runtuhnya popularitas dan kesuksesan seseorang akibat kesalahannya sendiri. 

Banyak orang yang mengejar dan memimpikan untuk mendapatkan kesuksesan dan popularitas yang pada akhirnya mereka terlena kemudian bujuk rayu syetan berhasil memutarkan niat yang pada awalnya baik malah menjadi tidak baik. Saat seseorang sudah berada dalam kategori sukses dan populer, akan timbul merasa diri paling hebat, lebih pintar, paling sukses dan sebagainya.

Lantas, apakah ini berarti kita tidak usah mengejar sukses dan populer? Loh... bukan itu maksudnya. Pahamilah bahwa pada akhirnya, ujian kesuksesan dan popularitas sama beratnya dengan ujian kemiskinan dan kenistaan. Seseorang yang diuji dengan nikmat justru lebih sering tergelincir daripada seseorang yang diuji dengan kesengsaraan.

Idealnya begini, sebagai manusia tentu kita wajib untuk ikhtiar agar sukses dikehidupan esok yang lebih baik. Akan tetapi janganlah kita merasa sudah berada di titik sukses tersebut. Agar niat kita tidak tercemari oleh perasaan takabur dan lupa diri. Dengan begitu kita akan terus berupaya meningkatkan kualitas diri dan mau senantiasa introspeksi diri.

Mari kita bisa mendapatkan kesimpulan dari twit @BongChandra diatas sebagai berikut,
jika kita sudah 'merasa diri' sukses, maka bersiaplah untuk dipermalukan. Oleh siapa? tentu saja oleh kalalaian diri sendiri.