Kalimat Bijak Yang Kurang Bijak

kalimat bijak tentang terlambat
Kalimat Bijak yang Kurang Bijak

Seringkali kita mendengar tentang prinsip-prinsip keliru yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip tersebut biasanya berupa pepatah atau kalimat bijak sebagai berikut :

1. Biar Lambat Asal Selamat
2. Sedikit Yang Penting Ikhlas

Nah gimana? pasti udah pada sering denger kan dua kalimat diatas? Sekarang mari kita analisis satu persatu (waduhh kaya data skripsi aja dech).

1. Biar Lambat Asal Selamat.

Entah dari mana asal-usul nih kalimat bisa muncul. Tapi nyatanya memang sering kita dengar, terutama dari para orang tua kita terdahulu. Secara turun temurun kalimat (yang katanya) bijak ini masih lestari sampai detik ini. Padahal udah jelas, bahwa masih ada yang lebih baik lagi dari pada lambat, yaitu cepat. Idealnya kan begini "Harus Cepat Juga Selamat". Ya emang sih konteks kalimatnya itu bertujuan untuk memberikan motivasi bagi orang yang lambat agar tetap melanjutkan usahanya biar sampai tujuan.

Tapi dari segi bahasa ini bisa menipu pikiran bawah sadar kita dan jika didiamkan bahaya, bisa-bisa kita memilih menjadi terus lambat. Memang ada kata "asal selamat" tapi kan selamatnya "asal-asalan". Ketika mendengar kalimat "biar lambat asal selamat" respon yang diterima oleh alam bawah sadar kita adalah "Ohhh lambat juga gak apa-apa, ra popo"

Seorang anak yang mendengar ucapan itu pasti sulit untuk menterjemahkan makna sebenarnya. Mereka pasti akan merespon "terlambat juga ga apa-apa". Sama halnya ketika kita menjelaskan kepada anak tentang sunah dan wajib. Misalnya seorang anak SD kelas 3 bertanya kepada gurunya tentang apa itu pengertian sunah. Jika guru menjelaskan sunah adalah "suatu pekerjaan yang jika dilakukan mendapat pahala dan jika ditinggalkan akan mendapatkan dosa", hampir dipastikan deh bahwa si anak pasti akan memilih utuk meninggalkan sunnah, karena pemahaman mereka "ga usah dikerjain juga gak apa-apa, toh ga dapet dosa kan?"

2. Sedikit yang Penting Ikhlas.

Naah ini nih biasanya menyertai kita saat atau setelah sedekah. Dalam hati kita bergumam bahwa "Ahh sedekah sedikit pun gak apa-apa, yang penting ikhlas". Mungkin pembaca pun pernah yah mikir kaya gitu? aku juga dulu gitu kok hehehe. Padahal kan gak apa-apa yah kalo kita sedekah banyak lalu ikhlas pula, betul? bukankah itu lebih baik daripada sedekah kecil tapi riya. Hehehe

Untuk bahasan sedekah ini aku dapet inspirasi dari twit mas Ippho Santosa. Ituloooh pakar otak kanan yang juga seorang entrepreneur. Melalui akun twitternya @Ipphoright, lagi kultwit tentang meningkatkan sedekah. Trus aku ikutan nimbrung, eehhh ternyata di retweet sama beliau. Nih buktinya :D



Banyak respon juga dari follower mas Ippho lainnya, yang masih bersikukuh mempertahankan "Biar sedikit yang penting ikhlas" hadeuuuhhh. Betul memang, ga ada yang salah dengan kalimat tersebut. Karena memang segala nilai amal ibadah kita itu tergantung niatan hatinya, ikhlas atau enggak.

Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan pribadi atau imbalan duniawi lainnya dari apa yang dilakukan. Fokus orang ikhlas cuma satu, yaitu bagaimana agar apa yang dilakukannya  disukai dan diterima oleh Allah SWT sebagai amal baik.  So.. ikhlas atau gak cuma Allah dan si orang yang bersangkutan yang mengetahuinya.

Jika sedekah yang kita lakukan itu murni niatan karena Allah, harusnya kita tidak mempermasalahkan nominal donk, mau besar atau kecil gak masalah, yang bermasalah itu udah sedekah sedikit dan gak ikhlas pula, hehee. Semakin besar rasa cinta dan pengharapan kita kepada Allah harusnya berdampak pula pada semakin besar perwujudan syukurnya, dan makin besar pula sedekahnya.

Manusia itu kadang aneh, pengen 'lebih baik' tapi gak mau berupaya biar meningkatkan kualitas dan kuantitas amal baiknya. Malah cenderung memilih nyari perbandingan ke value yang lebih rendah. Padahal idealnya kita harus membandingkan diri kita kepada value yang lebih tinggi. Agar kita senantiasa mau berupaya untuk meningkatkan ibadah kita. Jangan kepada value yang lebih rendah, nanti kita malah merasa udah baik, merasa udah tinggi, kan sombong jadinya tuh.

Sederhananya begini, ikhlas itu kualitas dan nominal/jumlah sedekah itu kuantitas. Kalau sedekah sedikit dan ikhlas aja dapet kedudukan mulia di sisi-Nya, apalagi sedekah banyak dan ikhlas... Wallahua'lam

credit picture by: nyunyu.com