Mindset Bisnis Online Tanpa Modal - Pertajam Mimpi (Bagian 1)


Setelah pada postingan sebelumnya yang berjudul Memulai Bisnis Online Tanpa Modal (Bagian 1) dan Kendala-kendala dalam Bisnis Online (Bagian 2), sekarang saatnya kita lanjutkan pembahasan tersebut lebih mendalam. Sudah siap?

Pertajam Mimpi.

Kesuksesan seseorang sangat tergantung kepada impian yang telah dipupuknya. Impian ini tentu saja akan menjadi motivasi terdalam bagi seseorang dalam melakukan bisnis. Jika saat ini Anda berencana menjalankan bisnis sekedar hanya untuk mencari uang, maka saran saya janganlah membuang waktu dan energi Anda. Karena Anda bsisa memilih mejadi pekerja kantoran, buruh pabrik, atau bahkan buruh harian.

Berbicara mengenai mimpi berarti berbicara mengenai tujuan atau ekspektasi pribadi. Hampir kebanyakan orang beranggapan bahwa mereka sekolah dari kecil masuk TK, SD, SMP dan SMA hingga kemudian melanjutkan ke bangku kuliah semata-mata hanya untuk mendapatkan ijazah yang diharapkan bisa digunakan saat akan melamar kerja. Dan akhirnya apa? impian sebagian orang tersebut adalah :
1. Lulus dengan IPK memuaskan
2. Cepat mendapatkan pekerjaan setelah mereka lulus kuliah.

Menurut Anda apakah mimpi diatas salah? ayoo jawab aja :)

Jika Anda menjawab BENAR, maka saya setuju dengan Anda. Namun jika Anda menjawab SALAH, saya pun setuju dengan Anda 1000%.

Kenapa saya setuju jika Anda menjawab benar? karena memang tidak ada yang salah dengan mendapatkan IPK bagus dan pekerjaan yang layak selepas kuliah. Dengan IPK bagus maka kita akan membuat keluarga kita bangga. Dan dengan pekerjaan yang layak, maka akan membuat Anda menjadi nyaman bekerja. Dengan Anda bekerja, berarti Anda bukan pengangguran yang sulit mencari makan sesuap nasi.

Lantas, kenapa saya menjawab setuju 1000% jika Anda menjawab salah? Jadi begini.. heheheee
Seringkali orang-orang (mungkin juga termasuk Anda yang sedang membaca artikel ini) terlalu cepat mencapai rasa puas dan terlalu dini untuk mengatakan CUKUP. Padahal, puas dan cukup yang ada dipikiran Anda itu hanya sebatas kepuasan dan kecukupan untuk pribadi.

Saya ULANGI..

PUAS dan CUKUP yang Anda raih itu masih berupa sekala kecil, yaitu diri sendiri. Padahal di luar sana, masih banyak orang-orang yang membutuhkan pekerjaan, membutuhkan uluran tangan dan bantuan dari orang lainnya. 

Artinya apa?

Mereka semua itu adalah tanggung jawab Anda selaku pebisnis. Tanggung jawab disini bisa berarti untuk memberi mereka pekerjaan, atau menyantuni mereka dengan sebagian harta yang kita dapatkan. Yakinlah bahwa jika Anda meletakkan kebahagiaan kepada harta itu akan berakhr semu. Jika ternyata masih banyak ribuan bahkan jutaan orang yang masih kelaparan, apakah sudah pantas kita lantas berleha-leha kemudian menganggap cukup?

Banyak orang kaya di dunia ini yang merasakan hatinya hampa karena ternyata harta yang dia miliki tidak dapat memenuhi semua kebutuhannya.Kebutuhan disini bukanlah kebutuhan duniawi yang sifatnya lahiriyah, tapi kebutuhan batiniyah juga. Dan kebutuhan batiniyah itu adalah kebutuhan yang tidak terlihat, kebutuhan yang hanya bisa diterima dan dirasakan oleh hati.

Salah satunya adalah berbagi. Pernahkah Anda merasakan ada energi hangat yang mengalir didada saat Anda memberikan lembaran uang kepada pengemis di jalan? Atau pernahkah Anda merasakan bahagia saat melihat nenek-nenek tua yang tersenyum karena menerima pemberian Anda? Kawan... berbagi itu menyehatkan, menyenangkan dan meng-kayakan.

Karena berbagi adalah perintah dari-Nya
Karena berbagi akan membuat Anda merasa cukup, dan selalu bersyukur
Karena berbagi akan meringankan beban orang lain

Maka.. fokuskan bisnis dan usaha Anda untuk berbagi manfaat seluas-luasnya. Tanamkan mindset yang harus Anda pertajam sebagai VISI BISNIS: "SUKSES DUNIA untuk meraih KEBAHAGIAAN AKHIRAT"